Beberapa Catatan Dari Daftar Nominasi Academy Awards Ke-89

Academy Awards ke-89 baru saja mengumumkan daftar nominasinya. Dan dari daftar tersebut terungkap jika persaingan untuk mendapatkan Oscar di tahun 2017 ini terasa cukup ketat, karena sebagian besar dari film-film yang “berlaga” memiliki kans yang besar untuk membawa pulang sang patung emas.

Namun, bukan hanya itu yang membuat Academy Awards ke-89 menjadi terasa sangat menarik, karena ada beberapa catatan rekor yang menempatkan ajang penghargaan insan perfilmant tersebut untuk tahun ini menjadi lebih istimewa.

Apakah itu? Inilah mereka:

Criterion: The Umbrellas of Cherbourg & The Young Girls of Rochefort

Pada masanya film musikal kerap menghiasi layar lebar. Sayang, pelan-pelan genre musikal mulai ditinggalkan untuk digantikan oleh film-film yang lebih “tradisional” gaya penceritaannya. Namun La La Land sukses mengembalikan “rasa cinta” akan sinema penuh warna dan ritme, di mana adegannya sebagian besar adalah orang-orang yang tiba-tiba bernyanyi atau menari di tengah percakapan atau situasi.

Continue reading

Guillermo del Toro, Sebuah Retrospektif

Guillermo del Toro

Selamat ulang tahun Guillermo del Toro! Yep, sutradara kelahiran Guadalajara, Jalisco, Meksiko ini baru saja merayakan ulang tahunnya ke-50 pada tanggal 9 Oktober kemarin. Dalam rentang karir selama hampir 30 tahun, del Toro sudah berhasil mengukuhkan namanya sebagai salah satu sutradara papan atas dengan karya-karya yang menarik dan sekaligus ditunggu. Dalam rangka memperingati ulang tahun del Toro, tidak ada salahnya kita mengulik perjalanan karirnya. Singkat saja, sekaligus membahas kembali karya-karya beliau.

Continue reading

(Interview) 7 Pertanyaan untuk Mouly Surya tentang Don’t Talk Love

Mouly SuryaSetelah menyaksikan What They Don’t Talk About When They Talk About Love, timbul beberapa pertanyaan yang rasanya kemudian berubah menjadi uneg-uneg. Beruntung sang sutradara, Mouly Surya, berkenan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan sepele ini di tengah aktifitasnya yang padat. Terima kasih banyak, mbak Mol. 🙂 Bagi yang sudah atau berniat menonton filmnya, mungkin wawancara sederhana ini bisa sedikit membantu.

Continue reading

Behind The Scenes: What They Don’t Talk About When They Talk About Love

Menyaksikan pembuatan di balik layar memang selalu mengasyikkan. Selain kita bisa mengetahui proses pembuatan film secara singkat, kita terkadang bisa menemukan hal-hal baru yang mungkin tidak ketahui atau sadari saat menyaksikan filmnya. Cinesurya telah berbaik hati mempublish behind the scenes (BTS)  dari film terbaru Mouly Surya, What They Don’t Talk About When They Talk About Love, di akun YouTube mereka.

Ada yang berbeda dari BTS kali ini. Kita tidak hanya melongok proses pembuatan filmnya saja, namun dalam dokumenter sepanjang 26:15 menit ini kita juga akan menilik kisah sepasang remaja tuna netra bernama Sumiati dan Ridho yang juga terlibat di dalam filmnya. Dikemas dengan baik, BTS ini pun tak kalah menariknya dari filmnya sendiri.

Setelah menyaksikan BTS ini, mungkin akan memberi perspektif baru terhadap filmnya. Selamat menyaksikan.

What We Need to Talk About When We Don’t Talk About Love

What They Don’t Talk About When They Talk About LoveEmpat tahun sudah berlalu semenjak karya debutnya, Fiksi (2008), sutradara muda berbakat, Mouly Surya, kembali lagi dengan film keduanya yang berjudul istimewa, What They Don’t Talk About When They Talk About Love, atau Yang Tidak Dibicarakan Ketika Membicarakan Tentang Cinta. Berikutnya kita sebut dengan Don’t Talk Love saja. Dirilis luas pada tanggal 2 Mei, film ini sudah mencatatkan prestasi dengan menjadi salah satu film Indonesia yang diputar di Sundance Film Festival 2013 dan bersaing di kategori World Dramatic Competition. Tidak itu saja, Don’t Talk Love juga menjadi salah satu film Indonesia yang diikutkan di Festival Film Internasional Rotterdam (IFFR) ke 4 dalam segmen Bright Future bersama dengan film Vakansi yang Janggal dan Penyakit Lainnya (Yosep Anggi Noen) dan On Mother’s Head (Putu Kusuma Widjaja).

Continue reading

MTV’s Teen Wolf Season 2: A Quick Preview

Teen Wolf adalah serial drama-horor yang ditayangkan oleh  MTV dan dikembangkan oleh Jeff Davies berdasarkan film cult era 80-an yang dibintangi oleh Michael J. Fox (Back to Future). Meski begitu serial ini sama sekali bukan remake dari film tersebut, tapi bisalah disebutkan hanya terinspirasi belaka. Teen Wolf adalah sebuah sleeper hit dan meski tidak sesukses The Vampire Diaries misalnya namun telah mengumpulkan banyak penggemar yang cukup setia, semenjak ditayangkan pada tanggal 5 Juni hingga 15 Agustus 2011. Serial ini memang hadir dalam 12 episode saja, sehingga terasa lebih padat dan ringkas. Pada tanggal 3 Juni 2012, Teen Wolf akan melakukan premier musim keduanya. Dan menilik trailer yang sudah dirilis, tampaknya serial semakin seru saja.

Tulisan berikut mungkin akan mengandung spoiler bagi yang belum menyaksikan musim pertama.

Continue reading

Ada Apa Dengan Cinta? Dan Kenangan 10 Tahun Yang Lalu

Jika sepuluh tahun yang lalu jaringan sosial media bernama Twitter sudah eksis, mungkin  linimasa saya akan dipenuhi dengan berbagai komentar tak berkesudahan tentang film Indonesia terbaru yang berjudul Ada Apa Dengan Cinta? (AADC?). Namun, pada saat itu tidak perlu Twitter untuk mengabarkan dengan cepat betapa bagusnya film ini dan keharusan untuk menontonnya di bioskop. Layaknya wabah virus yang menyerang dengan kecepatan tinggi di film-film bertema zombie, kabar tersebut menyebar dengan cepat dan tidak heran gerombolan orang pun berbondong-bondong memenuhi bioskop.

Continue reading

Catatan Kecil Dari German Cinema Festival, Medan, 24-25 Januari 2012

Menonton festival film di kota Medan tercinta yang saya diami ini adalah kesempatan langka, mengingat tidak banyak terdapat ajang sejenis disini. Bagi seorang penikmat film seperti saya, menyaksikan berbagai jenis film dari negara-negara yang berbeda itu sungguh merupakan anugerah yang tak terperi (sedikit lebay memang haha), oleh karenanya saya sangat gembira dengan berlangsungnya German Cinema Festival 2012 yang diadakan oleh Goethe Institut. Medan merupakan salah satu dari 5 kota di Indonesia yang berkesempatan dikunjungi oleh festival ini.

Continue reading

Trailer Talk: The Girl With Dragon Tattoo (2011) – 8 Minute Version

Keputusan Columbia Pictures untuk merilis trailer berdurasi delapan menitan untuk The Girl With The Dragon Tattoo memang cukup mencengangkan. Ditengah banyak trailer yang justru membuka jalan untuk spoilers, bahkan yang berdurasi sangat pendek, tentu saja kekuatiran akan mengurangi kenikmatan saat nanti menyaksikan filmnya secara utuh pun bukan tidak beralasan. Bagi yang sudah menyaksikan versi Swedia untuk novel karya Stieg Larsson tersebut, menonton trailer ini seolah mengembalikan kenangan, karena David Fincher, sutradara versi Amerika, tampaknya juga mengambil atmosfir film tersebut sebagai bagian dari filmnya. Namun bagi yang sama sekali belum pernah menyaksikan film yang mengangkat nama Noomi Rapace ke tingkat Internasional tertsebut tidak usah takut.

Continue reading