Film Review: Jelita Sejuba: Mencintai Kesatria Negara (2018)

Film-film Indonesia berlatar Tentara Nasional Indonesia biasanya mengambil sudut pandang para perwira itu sendiri, seperti Pasukan Garuda: I Leave My Heart In Lebanon (2016) atau Merah Putih Memanggil (2017). Kini hadir Jelita Sejuba: Mencintai Kesatria Negara yang mengambil pendekatan bertutur berbeda, yaitu istri sang perwira.

Continue reading “Film Review: Jelita Sejuba: Mencintai Kesatria Negara (2018)”

Film Review: Love For Sale (2018)

Amy Dunne, tokoh rekaan Gillian Flynn dalam Gone Girl, menyebutkan jika laki-laki suka dengan “cool girl”. Cewek keren. Cewek yang tidak pernah marah pada pacarnya. Cewek yang selalu bertingkah manis, penurut dan murah senyum. Dan kemudian membuka mulutnya untuk disetubuhi. Cewek yang suka dengan apa saja kesukaan pacarnya. Impian semua laki-laki, bukankah begitu? Tapi di mana mencarinya? Tenang, karena dalam Love For Sale, film terbaru Andibachtiar Yusuf (Hari Ini Pasti Menang, Mata Dewa), aplikasi kencan Love.Inc akan mewujudkannya. Dengan modal beberapa juta rupiah saja dan cewek keren tadi bisa kamu miliki.

Continue reading “Film Review: Love For Sale (2018)”

Film Review: Benyamin Biang Kerok (2018)

Meski tak secerdas satir Si Doel Anak Modern (1976) atau subversif sebagaimana Betty Bencong Slebor (1978), tetap saja Benyamin Biang Kerok (1972) tercatat sebagai salah satu film paling berkesan milik aktor/biduan/komedian/sutradara legendaris berdarah Betawi, Benyamin Sueb. Sukses film karya Nawi Ismail tersebut melahirkan gelombang film dengan judul berembel-embel Benyamin lain, selain sebuah sekuel, Biang Kerok Beruntung (1973).

Continue reading “Film Review: Benyamin Biang Kerok (2018)”

Film Review: Susah Sinyal (2017)

Apa salah satu ketakutan terbesar orang zaman sekarang, selain kuota internet sekarat atau tidak ada layanan Wi-Fi? Susah sinyal! Karena semua orang selalu ingin terkoneksi dengan orang lain melalui ponsel pintar mereka alih-alih meluruskan komunikasi yang dapat dijalin secara langsung dengan orang-orang di dekat mereka. Filosofi seperti ini tampaknya menjadi usungan Ernest Prakasa dalam film ketiganya, Susah Sinyal (tentu saja).

Continue reading “Film Review: Susah Sinyal (2017)”

Film Review: Ayat-Ayat Cinta 2 (2017)

Diangkat dari novel sukses tulisan Habiburrahman El Shirazy, Ayat-Ayat Cinta (2008) tercatat sebagai salah satu film terlaris di box office Indonesia (dengan lebih dari 3 juta penonton). Terlepas dari kekurangannya, kisah melodrama haru-biru dalam Ayat-Ayat Cinta sudah memiliki epilog bulat dan tidak perlu dilanjutkan lagi. Namun sebuah film sukses biasanya memiliki ekor sekuel. Oleh karena itu, nyaris satu dekade kemudian hadirlah Ayat-Ayat Cinta 2.

Continue reading “Film Review: Ayat-Ayat Cinta 2 (2017)”