Film Review: DreadOut (2019)

Di sepanjang sejarah perfilman, adaptasi video game biasanya berkualitas tidak memuaskan, bahkan buruk jika kita merujuk pada film-film kreasi Uwe Boll. Meski begitu rupanya produser dan sineas tidak gentar untuk terus menerus mengangkat video game populer ke layar lebar. Kini, giliran perfilman Indonesia yang mencoba menjamah ranah tersebut melalui DreadOut, yang diangkat dari game lokal yang dikembangkan oleh Digital Happiness.

Continue reading “Film Review: DreadOut (2019)”

Film Review: One Cut of the Dead (2018)

Zombie. Semenjak era Night of the Living Dead hingga yang paling baru, Overlord, seolah tak ada habisnya disajikan sebagai fiksi visual. Bagaimana dengan komedi zombie? Rasa-rasanya hanya Shaun of the Dead yang berkesan di benak di dekade terakhir ini. Tapi tunggu dulu. Kini ada One Cut Of The Dead yang boleh jadi akan menambah daftar pendek film komedi berbumbu zombie bernas yang pernah ada dalam sejarah sinema.

Continue reading “Film Review: One Cut of the Dead (2018)”

Film Review: The Predator (2018)

Awalnya The Predator diniatkan sebagai reboot untuk franchise Predator. Tapi sang sutradara, Shane Black (Iron Man 3, The Nice Guy), yang sempat terlibat sebagai pemain dalam film orisinal rilisan 1997, memutuskan untuk melanjutkan saja kisahnya. Jadilah The Predator tidak hanya sebagai film keempat Predator, tapi juga sebuah film seorang Shane Black, yang sebagaimana kita ketahui, selalu kental dengan nuansa komedi gelap.
Continue reading “Film Review: The Predator (2018)”

Film Review: A Quiet Place (2018)

Dalam A Quiet Place, pasutri dunia nyata, John Krasinski dan Emily Blunt, berperan sebagai pasutri fiktif dengan beberapa anak yang menghadapi ancaman teror sosok-sosok sensitif terhadap suara di sebuah pedesaan. Mereka harus bertahan hidup dengan meminimalisir volume ucapan dan mengandalkan bahasa isyarat. Jelas premis menarik untuk sebuah film horor. Lebih menarik lagi, film merupakan debut penyutradaraan Krasinski yang kerap bermain dalam film komedi.
Continue reading “Film Review: A Quiet Place (2018)”

Film Review: The Killing of a Sacred Deer (2017)

Film-film Yorgos Lanthimos dikenali karena drama sajiannya kerap mengandung unsur horor juga komedi (gelap) pekat. Demikian halnya dengan The Killing of a Sacred Deer, yang menandakan kali kedua kerja samanya bersama aktor Collin Farrell selepas The Lobster (2015), dan film berbahasa Inggris kedua sutradara asal Yunani ini. Dengan The Killing of a Sacred Deer, Lanthimos menegaskan dirinya sebagai auteur dengan sense of story telling khas yang pastinya sangat layak disaksikan.

Continue reading “Film Review: The Killing of a Sacred Deer (2017)”

Film Review: B&B (2017)

Setahun lalu pasangan kekasih Marc (Tom Bateman, Murder on the Orient Express) dan Fred (Sean Teale, The Gifted) memenangkan kasus melawan pemilik penginapan bed-and-breakfast yang berlaku diskriminatif kepada mereka, Josh (Paul McGann, Alien 3). Kini Marc dan Fred telah menikah dan memutuskan untuk kembali ke penginapan yang sama. Mungkin mereka hanya ingin bernostalgia. Bisa juga ingin memamerkan kemenangan mereka kepada Josh. Terutamanya Marc yang sinikal.

Continue reading “Film Review: B&B (2017)”

Film Review: Pengabdi Setan (2017)

S
etelah berikhtiar sekian lama, akhirnya salah satu sineas terkemuka perfilman Indonesia, Joko Anwar, berhasil mewujudkan impiannya untuk menggarap salah satu film favoritnya semenjak kanak-kanak, Pengabdi Setan (1980), karya klasik maestro horor Indonesia, Sisworo Gautama Putra. Hanya saja, sebagai remake Joko rupanya tidak ingin bulat-bulat mereka-ulang kisah dalam versi orisinalnya, namun menghadirkan tafsiran baru yang diharapkan bisa memberi nuansa dan dimensi atas tema yang diusung.

Continue reading “Film Review: Pengabdi Setan (2017)”