Film Review: Tully (2018)

Semenjak debut film panjangnya, Thank You For Smoking (2005), Jason Reitman mengemuka sebagai salah satu sutradara dengan ciri khas tertentu untuk film-filmnya. Drama quirky yang tak jarang memberi rasa hangat selepas menyaksikannya. Juno, Up In The Air atau Young Adult adalah buktinya. Sayang, performa Reitman terlihat menurun dengan dua film terakhirnya, Labor Day dan Men, Women and Children. Syukurlah ia kembali prima dengan reuninya bersama aktris Charlize Theron (Young Adult) dan penulis Diablo Cody (Juno) dalam Tully.

Continue reading “Film Review: Tully (2018)”

Film Review: Solo: A Star Wars Story (2018)

Siapapun tak akan menafikan jika Han Solo (diperankan Harrison Ford) merupakan salah satu karakter paling ikonik di saga space opera, Star Wars. Oleh karena itu, sudah bisa diduga jika Lucasfilm memilih asal-usul Han Solo sebagai materi untuk film kedua di seri “A Star Wars Story”, menyusul Rogue One di tahun 2016 lalu. Setelah sempat heboh dengan pergantian sutradara dari duo Phil Lord dan Christopher Miller menjadi Ron Howard, kita boleh merasa tenang, karena Solo: A Star Wars Story dihadirkan dengan memikat.

Continue reading “Film Review: Solo: A Star Wars Story (2018)”

Film Review: Kidnap (2017)

Serial kreasi Ryan Murphy, Feud: Bette and Joan, mengisahkan perseteruan antara dua aktris kaliber, Bette David dan Joan Crawford. Hanya saja serial ini tidak hanya melulu cerita tentang persaingan sensasional, namun juga fakta bagaimana aktris Hollywood di atas usia 40 harus berjuang dalam menjaga karir mereka. Terlepas seberapa besar nama mereka.

Meski berseting di era 60-an, ternyata sampai detik ini iklim yang sama tetap mendera para aktris terkemuka masa kini. Halle Berry salah satunya. Ia terkenal. Ikonik. Pemenang Oscar pula. Seharusnya ia bisa mendapatkan tawaran lebih baik, lebih berkelas atau bermutu. Tapi tetap saja mau untuk membintangi film semenjana seperti Kidnap ini, karena mungkin tawaran seperti inilah yang kini datang padanya.

Continue reading “Film Review: Kidnap (2017)”

Film Review: Atomic Blonde (2017)

Stuntman/stunt coordinator, David Leitch, bersama dengan rekannya, Chad Stahelski, sukses terangkat namanya sebagai sutradara berkat proyek kolaboratif mereka, John Wick (2014), yang dianggap sebagai salah satu film aksi terbaik dekade ini. Stahelksi kemudian menggarap secara mandiri sekuelnya, John Wick: Chapter 2 (2017), dan berhasil membuktikan jika karya pertamanya bukan hasil kemujuran semata, melainkan bukti jika ia memang memilki potensi sebagai sutradara andalan. Lantas bagaimana dengan Leitch? Ia punya Atomic Blonde sebagai debutnya sebagai sutradara solo.

Continue reading “Film Review: Atomic Blonde (2017)”

Film Review: Dunkirk (2017)

Mungkin Dunkirk adalah salah satu peristiwa historis era Perang Dunia II paling dikenang warga Inggris. Ada 200.000 tentara mereka harus terdampar di tepi pantai di kota utara Prancis tersebut. Nasib pun tak menentu, menunggu kejelasan apakah akan terselamatkan atau tidak. Saat Christopher Nolan mengungkap dirinya akan mengangkat peristiwa Dunkirk untuk film terbarunya, maka bisa jadi banyak orang mengira ia akan mengambil jejak sama hal seperti film-film sejenis. Saving Private Ryan karya Steven Spielberg misalnya.

Continue reading “Film Review: Dunkirk (2017)”

Film Review: Spider-Man: Homecoming (2017)

Semenjak Sam Raimi menghadirkan Spider-Man (2002), sementara  ini telah ada 5 buah film versi mutakhir yang berangkat dari karakter komik Marvel kreasi Stan Lee dan Steve Ditko. Dan dalam lebih dari satu dekade kemudian, franchise gawangan Sony ini bahkan telah mengalami reboot dengan The Amazing Spider-Man (2012). Performa yang kurang memuaskan dari The Amazing Spider-Man 2 (2014) ternyata membuat Sony kembali berniat untuk me-reboot kembali franchise-nya. Hanya saja, tentu harus ada yang membedakan jika kisah sang laba-laba merah “diperkenalkan” kembali di layar lebar.

Continue reading “Film Review: Spider-Man: Homecoming (2017)”

Film Review: 47 Meters Down (2017)

Musim panas tahun lalu The Shallows, sebuah film thriller karya Jaume-Collet Serra dan dibintangi Blake Lively sukses mencuri perhatian. Kini, tepat setahun kemudian, 47 Meters Down kembali menampilkan aksi karakter perempuan yang terjebak di lautan dan harus melawan ganasnya hiu. Dengan demikian mudah saja menyebutkan jika 47 Meters Down sebagai pengekor The Shallows. Hanya saja, selain ada beberapa perbedaan detil, sebenarnya anggapan tersebut tidak tepat juga.

Continue reading “Film Review: 47 Meters Down (2017)”

Film Review: Wonder Woman (2017)

Setelah sempat sangat mencuri perhatian saat untuk pertama kalinya dalam 70 tahun sejarahnya muncul di layar lebar melalui Batman v Superman: Dawn of Justice (2016), akhirnya Wonder Woman (Gal Gadot) tampil dalam film solonya yang merupakan bagian ke-4 dari seting DC Extended Universe. Dan melaluinya, sah sudah jika pesona Wonder Woman bukanlah sekedar one hit wonder.

Continue reading “Film Review: Wonder Woman (2017)”