Wes Anderson’s Come Together For H&M

Dua tahun sudah semenjak Grand Budapest Hotel, film panjang kedelapan sutradara ciri khas uniknya, Wes Anderson. Dan kita belum bisa memuaskan rindu akan aksi aneh dan quirky terbaru dari sosok-sosok yang biasanya ada dalam filmnya.

Continue reading

Advertisements

A Rose, Reborn

A Rose Reborn

Park Chan-wook, mungkin sebagian besar dari kita sudah mengenal auteur asal Korea Selatan ini berkat karya-karya prestisiusnya seperti Sympathy for Mr. Vengeance, Oldboy, Thirst atau  Stoker. Kini ia datang kembali dengan karya baru. Bukan sebuah film panjang. Sebaliknya, sebuah film pendek bertajuk A Rose, Reborn.

Continue reading

Sepatu Baru

Sepatu Baru

Pada acara Sosialisasi Workshop Apresiasi Film Indonesia 2014 di hari Sabtu kemarin para peserta mendapat kejutan dengan pemutaran dua buah film pendek. Salah satunya adalah ‘Sepatu Baru’ atau ‘On Stopping the Rain’ karya Aditya Ahmad yang memang sudah lama ingin ditonton.

Continue reading

The Grand Budapest Hotel’s How To Make a Courtesan au Chocolat

Video viral saat ini sudah jamak dilakukan sebagai bagian dari promosi sebuah film. Bisa berbentuk teaser, bisa juga film pendek, seperti yang diluncurkan oleh Wes Anderson dalam rangka mempromosikan film terbarunya, The Grand Budapest Hotel.

Film pendek tersebut berjudul How To Make a Courtesan au Chocolat. Berdurasi 3 menitan, kita akan melihat bagaimana salah satu karakter dalam film, Agatha (Saoirse Ronan) membuat sebuah kue bernama, tentu saja, Courtesan au Chocolat.

Secara umum, film pendek ini mirip video tutorial “how to” atau acara masak-memasak. Tapi, sebagai film Wes Anderson, of course it needs to be quirky or awkward. Tanpa perlu berpanjang-lebar, simak filmnya di bawah ini:

Horor Dan Melankolia Dalam Connected, Sebuah MV Dari Keane

Sebuah video musik (atau kita sebut saja dengan MV) adalah salah satu sarana promosi bagi musisi untuk memperkenalkan materi di dalam albumnya. Umumnya memiliki konsep yang menampilkan sang artis menyanyikan lagu yang ingin dipromosikan dengan menyisipkan jalan cerita tertentu ke dalamnya agar terlihat lebih menarik. Narasi di dalam sebuah MV umumnya tidak utuh dan hanya berupa kilasan-kilasan adegan tanpa harus runut. Terkadang linear, namun lebih sering tidak. Kadang realistis, namun banyak juga yang sureal.

Continue reading

FISFIC 6 Vol. 1: Sebuah Antologi Film Pendek

FISFIC adalah singkatan dari Fantastic Indonesian Short Film Competition dan bagi yang bertanya-tanya apa itu FISFIC, maka yang bisa saya jelaskan adalah sebuah bentuk kreatif dari sekumpulan nama-nama yang berasal dari kalangan pembuat film Indonesia yang merasa resah dengan perkembangan film fantastik dan horor di industri perfilman Indonesia yang menunjukkan gejala kemunduran dari segi kualitas. Oleh karenanya beberapa nama praktisi film di Indonesia, Sheila Timothy, Joko Anwar, Gareth Evans, The Mo Brothers, Ekky Imanjaya dan Rusli Eddy, menggagas sebuah kompetensi film pendek dalam genre ini guna menjaring nama-nama baru yang diharapkan memberi angin segar kedepannya. Setelah melalui proses yang cukup panjang, akhirnya terpilihlah enam tim produksi yang berkesempatan untuk membuat sebuah film pendek mereka secara lebih profesional dengan Lifelike Pictures (Pintu Terlarang) sebagai rumah produksi yang mendukung kinerja mereka.

Proyek yang kemudian disebut dengan FISFIC 6 Vol.1 pun kemudian tayang perdana di perhelatan film fantasi-horor populer INAFFF (Indonesian Fantastic Film Festival) di bulan November 2011 yang lalu. Meski tayang terbatas, namun kita tidak perlu merasa kuatir tidak bisa menyimak hasil kerja keras mereka, karena sebuah distributor home video bersedia untuk merilis FISFIC 6 Vol. 1 dalam bentuk keping DVD dan diedarkan secara lebih luas sehingga bisa kita nikmati bersama. Dan review berikut ini adalah pandangan saya terhadap film-film pendek tersebut dan disusun berdasarkan rating terendah hingga paling tinggi terhadap film-film tersebut, bukan berdasarkan urutannya di dalam film.

Continue reading