Film Review: Loving Vincent (2017)

Bahkan orang awam dan bukan pecinta lukisan sekalipun mungkin tahu siapa itu Vincent van Gogh; sosok terkenal dan berpengaruh di seni rupa berkat karya-karya cat minyak indah beraliran pasca-impresionis miliknya. Tentunya setelah pria asal Belanda ini meninggal pada tanggal 29 Juli 1989 di usia 37 tahun, barulah ia mencapai status tersebut. Karena sebagaimana klise “tortured artist”, Vincent awalnya dianggap sebagai seniman gagal. Mengalami gangguan mental dan delusi pula. Lengkap sudah.

Continue reading “Film Review: Loving Vincent (2017)”

Book Review: The Bone Ritual [Julian Lees]

Saat ini, ranah crime-fiction (kontemporer) biasanya berseting entah di kawasan Amerika, Inggris atau Skandinavia. Nama-nama seperti Peter James, Robert Galbraith (aka J.K. Rowling), Jo Nesbø, atau John Connoly adalah sebagian kecil pengarang terkenal dengan detektif rekaan mereka yang tak kalah beken. Oleh karenanya, menarik saat Julian Lees memindahkan seting ke wilayah Asia, atau Indonesia lebih tepatnya, dengan The Bone Ritual, pertama dari seri dengan Inspektur Polisi Ruud Pujasumarta sebagai karakter utama.
Continue reading “Book Review: The Bone Ritual [Julian Lees]”

Film Review: Black Panther (2018)

Black Panther, film ke-18 dalam semesta sinematik Marvel, dinantikan dengan antusias karena dianggap sebagai film superhero berkulit hitam utama dalam skala masif, sebagaimana tahun lalu ada Wonder Woman sebagai representasi untuk superhero perempuan. Anggapan yang tidak benar-benar tepat (sudah ada Blade, Spawn atau Hancock misalnya), tapi kita mengerti maksudnya apa.

Continue reading “Film Review: Black Panther (2018)”

Album Review: Rich Brian – Amen (2018)

Sungguh sebuah perjalanan yang luar biasa untuk remaja asal Jakarta, Indonesia, Brian Imanuel. Bermula dengan moniker kontroversial, Rich Chigga, dan lagu faux-hip-hop viral, ‘Dat $tick’ (2016), yang bahkan sukses menyabet sertifikasi Gold RIAA. Kini, di usia 18, ia melepas moniker tadi dan memilih “nama panggung” lebih serius, Rich Brian, dan menghadirkan album debutnya, “Amen“.

Continue reading “Album Review: Rich Brian – Amen (2018)”

Film Review: The Killing of a Sacred Deer (2017)

Film-film Yorgos Lanthimos dikenali karena drama sajiannya kerap mengandung unsur horor juga komedi (gelap) pekat. Demikian halnya dengan The Killing of a Sacred Deer, yang menandakan kali kedua kerja samanya bersama aktor Collin Farrell selepas The Lobster (2015), dan film berbahasa Inggris kedua sutradara asal Yunani ini. Dengan The Killing of a Sacred Deer, Lanthimos menegaskan dirinya sebagai auteur dengan sense of story telling khas yang pastinya sangat layak disaksikan.

Continue reading “Film Review: The Killing of a Sacred Deer (2017)”

Film Review: Susah Sinyal (2017)

Apa salah satu ketakutan terbesar orang zaman sekarang, selain kuota internet sekarat atau tidak ada layanan Wi-Fi? Susah sinyal! Karena semua orang selalu ingin terkoneksi dengan orang lain melalui ponsel pintar mereka alih-alih meluruskan komunikasi yang dapat dijalin secara langsung dengan orang-orang di dekat mereka. Filosofi seperti ini tampaknya menjadi usungan Ernest Prakasa dalam film ketiganya, Susah Sinyal (tentu saja).

Continue reading “Film Review: Susah Sinyal (2017)”