Film Review: Benyamin Biang Kerok (2018)

Meski tak secerdas satir Si Doel Anak Modern (1976) atau subversif sebagaimana Betty Bencong Slebor (1978), tetap saja Benyamin Biang Kerok (1972) tercatat sebagai salah satu film paling berkesan milik aktor/biduan/komedian/sutradara legendaris berdarah Betawi, Benyamin Sueb. Sukses film karya Nawi Ismail tersebut melahirkan gelombang film dengan judul berembel-embel Benyamin lain, selain sebuah sekuel, Biang Kerok Beruntung (1973).

Continue reading “Film Review: Benyamin Biang Kerok (2018)”

Film Review: Red Sparrow (2018)

Saat populasi film mata-mata didominasi asupan adrenalin berkat berbagai adegan laga seru, seperti seri James Bond atau Jason Bourne, senang tetap terselip “anomali” seperti Red Sparrow. Film dengan karakterisasi sebagai sentra, lebih mementingkan tensi dan suspensi, serta dibalut cerita bernas dan tikungan di setiap sudutnya. Semakin menarik mengingat ia diangkat dari novel berjudul sama karangan mantan agen CIA betulan, Jason Matthews.

Continue reading “Film Review: Red Sparrow (2018)”

Film Review: Loving Vincent (2017)

Bahkan orang awam dan bukan pecinta lukisan sekalipun mungkin tahu siapa itu Vincent van Gogh; sosok terkenal dan berpengaruh di seni rupa berkat karya-karya cat minyak indah beraliran pasca-impresionis miliknya. Tentunya setelah pria asal Belanda ini meninggal pada tanggal 29 Juli 1989 di usia 37 tahun, barulah ia mencapai status tersebut. Karena sebagaimana klise “tortured artist”, Vincent awalnya dianggap sebagai seniman gagal. Mengalami gangguan mental dan delusi pula. Lengkap sudah.

Continue reading “Film Review: Loving Vincent (2017)”

Book Review: The Bone Ritual [Julian Lees]

Saat ini, ranah crime-fiction (kontemporer) biasanya berseting entah di kawasan Amerika, Inggris atau Skandinavia. Nama-nama seperti Peter James, Robert Galbraith (aka J.K. Rowling), Jo Nesbø, atau John Connoly adalah sebagian kecil pengarang terkenal dengan detektif rekaan mereka yang tak kalah beken. Oleh karenanya, menarik saat Julian Lees memindahkan seting ke wilayah Asia, atau Indonesia lebih tepatnya, dengan The Bone Ritual, pertama dari seri dengan Inspektur Polisi Ruud Pujasumarta sebagai karakter utama.
Continue reading “Book Review: The Bone Ritual [Julian Lees]”

Film Review: Black Panther (2018)

Black Panther, film ke-18 dalam semesta sinematik Marvel, dinantikan dengan antusias karena dianggap sebagai film superhero berkulit hitam utama dalam skala masif, sebagaimana tahun lalu ada Wonder Woman sebagai representasi untuk superhero perempuan. Anggapan yang tidak benar-benar tepat (sudah ada Blade, Spawn atau Hancock misalnya), tapi kita mengerti maksudnya apa.

Continue reading “Film Review: Black Panther (2018)”

Album Review: Rich Brian – Amen (2018)

Sungguh sebuah perjalanan yang luar biasa untuk remaja asal Jakarta, Indonesia, Brian Imanuel. Bermula dengan moniker kontroversial, Rich Chigga, dan lagu faux-hip-hop viral, ‘Dat $tick’ (2016), yang bahkan sukses menyabet sertifikasi Gold RIAA. Kini, di usia 18, ia melepas moniker tadi dan memilih “nama panggung” lebih serius, Rich Brian, dan menghadirkan album debutnya, “Amen“.

Continue reading “Album Review: Rich Brian – Amen (2018)”