Catatan Kecil Dari German Cinema Festival, Medan, 24-25 Januari 2012

Menonton festival film di kota Medan tercinta yang saya diami ini adalah kesempatan langka, mengingat tidak banyak terdapat ajang sejenis disini. Bagi seorang penikmat film seperti saya, menyaksikan berbagai jenis film dari negara-negara yang berbeda itu sungguh merupakan anugerah yang tak terperi (sedikit lebay memang haha), oleh karenanya saya sangat gembira dengan berlangsungnya German Cinema Festival 2012 yang diadakan oleh Goethe Institut. Medan merupakan salah satu dari 5 kota di Indonesia yang berkesempatan dikunjungi oleh festival ini.

Continue reading “Catatan Kecil Dari German Cinema Festival, Medan, 24-25 Januari 2012”

Film Review: Attenberg (2010)

Dalam Attenberg, nama Giorgos Lanthimos (Dogtooth) tercatat sebagai salah produser dan juga salah satu pemain utama. Tentu saja kita kemudian dapat menebak-nebak arah aliran dan juga atmosfir apa kiranya film arahan Athina Rachel Tsangari ini. Jadi, bersiaplah untuk segala “keanehan” yang cukup absurd, meski relatif lebih “ringan” dibandingkan Dogtooth tadi. Attenberg adalah film panjang kedua Athina setelah The Slow Business of Going di tahun 2000. Jeda waktu selama satu dekade tampaknya tidak lantas menjadikan Athina gagap dalam menyampaikan isi filmnya. Ditangannya, Attenberg menjadi sebuah komedi gelap yang anehnya, meski menggelikan, namun juga terasa sangat murung dan pedih.

Continue reading “Film Review: Attenberg (2010)”

Film Review: Source Code (2011)

Source Code

Source Code’ trailer and poster doesn’t give this film justice. Mengindikasikan film sebagai sebuah sebuah mega-blockbuster dengan konsep fiksi-lmiah yang mengedepankan visual yang dijamin memanjakan mata atau cerita yang ruwet. Saya tidak akan membiarkan ekspektasi anda berada di tempat yang salah. ‘Source Code’ bukan film seperti ini. Bahkan ini adalah jenis film yang mempunyai cerita yang cukup sederhana dan  juga lebih memilih pendekatan yang lebih menekankan pada unsur drama dalam menyampaikan ceritanya.

Continue reading “Film Review: Source Code (2011)”

Film Review: Insidious (2010)

Insidious

Kapan terakhir kali menonton sebuah film horor yang benar-benar menakutkan? Tidak hanya membuat kita menjerit-jerit juga merasa tercekam oleh situasi dan atmosfir yang terdapat di dalam sebuah film horor? Terus terang kalau saya ditanya, saya juga lupa. Terakhir kali saya merasakan itu mungkin saat menonton ‘Pocong 2’ (2006), dan sampai kemudian akhirnya saya berkesempatan untuk menonton ‘Insidious’, sebuah horor psikologis yang benar-benar mengandalkan suasana seram dan menegangkan, ketimbanb banjir darah atau potongan tubuh. Yang lebih memuaskan lagi, film ini sangat menyeramkan!

Continue reading “Film Review: Insidious (2010)”

Film Review: Super (2010)

SuperAda apa dengan obsesi menjadi seorang superhero ini? Setelah ‘Defendor’ (2009) dan ‘Kick-Ass‘ (2010),  kini James Gunn (Slither) seolah tak mau kalah mengkuti euforia pria biasa-biasa yang kemudian bertranformasi menjadi seorang pahlawan bertopeng yang memberantas kejahatan. Meski mempunyai gaya penceritaan yang berbeda-beda, namun pada umumnya film-film ini mencoba menangkap ironi dalam penggambaran yang lebih realistis. Dalam arti kata, mereka bukan tipologi jutawan ala Bruce Wayne atau Tony Stark, yang meski tidak mempunyai kekuatan super, namun memiliki kelincahan fisik dan modal untuk merakit gadget super canggih untuk mendukung aksi vigilante mereka.

Continue reading “Film Review: Super (2010)”

Film Review: Heartbreaker (2010)

Sesekali menyaksikan film Perancis tanpa harus mengerutkan kening atau berfikir keras  ternyata menyenangkan juga. Dengan menonton ‘Heartbreaker’ atau L’arnacœur kita menyadari bahwa industri film Perancis pun sebenarnya tidak melupakan sisi komersialitas dalam produksinya. Sebuah komedi romantis santai, mengajak kita masuk kedalam pusaran romantisme seorang pematah hati dalam tugas terbarunya, sampai ia menyadari bahwa ia menyukai sang target. Kelihatannya klise sekali. Tapi apakah filmnya akan setipikal itu?

Continue reading “Film Review: Heartbreaker (2010)”

Film Review: Miral (2010)

Miral

Dengan memakai nama seseorang sebagai judul, sebuah film pastilah ingin berkisah sesuatu tentang si penyandang nama. Demikian pula dengan ‘Miral‘, sebuah film karya Julian Schabel (Before Night Falls, Diving Bell and Butterfly) yang diangkat dari novel karya Rula Jebreal, yang kabarnya adalah sebuah autobiografi tentang masa remajanya sebagai seorang Palestina yang hidup ditengah-tengah komunitas Israel dan menjadi saksi dan terlibat langsung dalam konflik Israel-Palestina.

Continue reading “Film Review: Miral (2010)”

Film Review: Julia’s Eyes (2010)

Julia's Eyes
Nama Guillermo Del Torro akhir-akhir ini seolah telah menjadi semacam label untuk film horor yang berkualitas. Setelah keberhasilan ‘The Orphanage‘ (2007), maka lagi-lagi ia menjadi produser untuk sebuah film Spanyol yang mengandalkan suspensi dan kengerian sebagai atraksi utama. Kali ini giliran sutradara Guillem Morales yang mendapat jatah duduk di bangku sutradara, sementara aktris Belén Rueda kembali didapuk sebagai pemeran utama dalam sebuah thriller-suspens-horor berjudul ‘Julia’s Eyes’ atau Los ojos de Julia.
Continue reading “Film Review: Julia’s Eyes (2010)”

Film Review: Outside The Law (2010)

 

Pada anugerah Academy Awards ke 83 yang lalu ‘Outside The Law’ atau Hors-la-loi merupakan perwakilan Aljazair untuk memperebutkan Oscar dalam kategori Film Berbahasa Asing Terbaik. Tidak salah juga karena meski memakai seting Perancis era 50an, film justru berkisah tentang sekelompok ekstrimis asal Aljazair yang mencoba untuk memperjuangkan kemerdekaanya. Tapi ini bukan murni film politis namun lebih condong pada sebuah drama humanis tentang persaudaraan dan keluarga. Sebuah pilihan yang harus diambil karena keadaan yang memaksa demikian dan pada akhirnya menyebabkan kebimbangan dan juga perpecahan.

Continue reading “Film Review: Outside The Law (2010)”