The Salt Of The Earth

The Salt of the Earth

‘The Salt of the Earth’ is both hauntingly beautiful and full of sorrow. Dalam dokumenter ini kita mengikuti perjalanan hidup seorang fotografer bernama Sebastião Salgado (71) yang dalam 40 tahun terakhir telah merambah berbagai sudut dunia dan merekamnya dalam bentuk fotografi yang menangkap penderitaan dunia dengan indahnya. Sutradara kenamaan asal Jerman, Wim Wenders, kemudian mentransformasikannya dalam sebuah narasi yang tak kalah menggugah.

Continue reading “The Salt Of The Earth”

Film Review: A Pigeon Sat On A Branch Reflecting On Existence (2014)

Diset sebagai bagian ketiga dari “living trilogy” milik sineas asal Swedia, Roy Andersson, setelah Songs from the Second Floor (2000) dan You, the Living (2007), A Pigeon Sat On A Branch Reflecting On Existence, atau En duva satt på en gren och funderade på tillvaron, juga mengekslorasi gagasan apa artinya menjadi manusia. It’s a quirky yet absurd comedy that encourage its viewers to reassert the meaning of their life. 

Continue reading “Film Review: A Pigeon Sat On A Branch Reflecting On Existence (2014)”

La Sapienza

La Sapienza

Sepertinya sudah saatnya Eugène Green (68) dianggap sebagai salah satu sineas penting masa kini. Karya paling mutakhirnya, kelima tepatnya, ‘La Sapienza’, bisa jadi alasan. Sineas Prancis, yang merupakan ekspat asal New York ini, bisa jadi telat masuk ke dunia film (circa awal 2000-an), tapi ia sudah mengembangkan sebuah gaya yang mungkin sudah bisa disebutkan sebagai auteurship-nya.

Continue reading “La Sapienza”

1001 Grams

1001 Grams

‘1001 Grams’ merupakan karya dari Bent Hamer, yang biasa dikenal karena film komedi deadpan miliknya, seperti ‘Factotum’ (2005) atau ‘Home For Christmas’ (2010). Tidak heran kalau ia disebut-sebut sebagai Wes Anderson-nya Norwegia. Komedi deadpan masih menjadi andalan dalam ‘1001 Grams’, hanya saja terasa sangat low-key, sehingga harus sedikit berusaha untuk merabanya.

Continue reading “1001 Grams”

Lelaki Harapan Dunia

Lelaki_Harapan_Dunia

‘Lelaki Harapan Dunia’ atau ‘Men Who Save the Word’ merupakan perwakilan Malaysia untuk kategori Best Foreign Languange di Oscar tahun depan.

Film merupakan karya dari salah satu sutradara gelombang baru di ranah art-house Malaysia, Liew Sieng Tat (‘Flower in the Pocket’). Kali ini ia datang dengan genre yang lebih “ringan”, komedi, meski sebenarnya tema yang diusung tidak bisa dibilang ringan juga.

Continue reading “Lelaki Harapan Dunia”

Eden

Eden

It’s not easy for being a successful DJ!

Tanya saja Paul (the-oh-so-cute Félix de Givry) dalam ‘Eden’ karya Mia Hansen-Løve ini. Film akan menilik perjalanan hidupnya dalam mencoba eksis menjadi seorang DJ profesional. Mulai dari awal tahun 1990-an hingga tentunya di masa kini.

Continue reading “Eden”

Jessie Ware – Tough Love

Jessie Ware - Tough Love

Jessie Ware sukses meletakkan namanya di peta industri musik dengan album debutnya yang cemerlang, “Devotion” (2012).  Keberhasilan Ware tidak hanya disebabkan oleh vokalnya yang memiliki karakteristik tersendiri, namun juga pilihan lagunya, yang meski pop masih menjadi bahan utama, tapi juga dipadu-padan dengan berbagai subgenre lain, seperti soul, RnB dan juga electronica.

Continue reading “Jessie Ware – Tough Love”