Film Review: The Devil’s Candy (2015)

Sutradara asal Australia, Sean Byrne, sempat mencuri perhatian berkat debutnya, The Loved Ones, di tahun 2009. Beberapa tahun lalu berlalu, ia kembali dengan karya sophomore-nya, The Devil’s Candy. Dengan seting Texas, Amerika, Byrne berpindah dari psycho-thriller ke ranah horor supernatural. Yah, setidaknya sebagian saja, karena The Devil’s Candy ternyata belum begitu melepas aspek psycho-thriller tadi yang membesarkan nama Byrne.

Continue reading “Film Review: The Devil’s Candy (2015)”

ARKIPEL 2016: My Talk With Florence (2015)

My Talk With Florence WP

Siapakah Florence Burnier-Bauer? Mengapa ia menjadi subjek dari film arahan Paul Poet ini? Apa urgensinya?

Sebenarnya tidak perlu merasa kurang informasi juga jika tak mengenal perempuan yang berada di pertengahan 60-an ini. Namun Poet merasa jika kisah hidup Florence perlu dan penting untuk disampaikan, sehingga hadirlah My Talk With Florence.

Continue reading “ARKIPEL 2016: My Talk With Florence (2015)”

Film Review: The Invitation (2015)

The Invitation adalah jenis thriller cerdas dan dewasa yang sayangnya mungkin tidak akan diapresiasi dengan baik oleh penonton awam. Ada beberapa alasan. Pertama, film bertutur dengan perlahan, sehingga memancing ketidaksabaran penontonnya. Dua, terlalu banyak dialog, minim aksi. Tiga, ia adalah jenis film yang mengandalkan atmosfir dan ketegangan secara bertahap.

Continue reading “Film Review: The Invitation (2015)”

Monk Comes Down The Mountain

Monk Comes Down

Menilik poster atau trailernya, ‘Monk Comes Down The Mountain’ (Dao Shi Xia Shan – 道士下山) sepertinya sebuah film komedi laga-fantasi yang seru. Setelah menyaksikan film arahan Chen Kaige (‘Farewell My Concubine’, ‘The Promise’) ini, agak susah menemukan sisi komedi di dalamnya, meski di beberapa bagian kita masih bisa menemukan adegan laga-fantasi.

Continue reading “Monk Comes Down The Mountain”

Mr. Holmes

Mr. Holmes

Meski fiksional, tapi siapapun pasti setuju jika Sherlock Holmes adalah detektif terhebat sepanjang masa yang kita tahu. Rekaan Sir Arthur Conan Doyle ini sudah berhasil melewati ujian waktu dan bertahan menjadi karakter ikonik dan legendaris, yang seolah-olah abadi. Namun, dalam ‘Mr. Holmes’, ia tetap manusia biasa, yang sebagaimana manusia lainnya, tidak abadi dan sewaktu-waktu bisa berpulang ke haribaan Sang Maha Kuasa.

Continue reading “Mr. Holmes”

Spectre

Spectre Diklaim sebagai petualangan agen 007 untuk generasi masa kini, James Bond versi Daniel Craig memang menampilkan karakterisasi yang cukup berbeda dari pendahulunya, semenjak pertama kali “diperkenalkan” dalam ‘Casino Royale’ (2006). Namun, sebagai bagian proses reboot, pada akhirnya Bond tetap mengalami evolusi hingga akhirnya tetap menjadi sebagaimana Bond yang penonton kenal selama ini. Setidaknya demikian yang terekam dalam ‘Spectre‘.

Continue reading “Spectre”