ARKIPEL 2016: My Talk With Florence (2015)

My Talk With Florence WP

Siapakah Florence Burnier-Bauer? Mengapa ia menjadi subjek dari film arahan Paul Poet ini? Apa urgensinya?

Sebenarnya tidak perlu merasa kurang informasi juga jika tak mengenal perempuan yang berada di pertengahan 60-an ini. Namun Poet merasa jika kisah hidup Florence perlu dan penting untuk disampaikan, sehingga hadirlah My Talk With Florence.

Continue reading “ARKIPEL 2016: My Talk With Florence (2015)”

The Salt Of The Earth

The Salt of the Earth

‘The Salt of the Earth’ is both hauntingly beautiful and full of sorrow. Dalam dokumenter ini kita mengikuti perjalanan hidup seorang fotografer bernama Sebastião Salgado (71) yang dalam 40 tahun terakhir telah merambah berbagai sudut dunia dan merekamnya dalam bentuk fotografi yang menangkap penderitaan dunia dengan indahnya. Sutradara kenamaan asal Jerman, Wim Wenders, kemudian mentransformasikannya dalam sebuah narasi yang tak kalah menggugah.

Continue reading “The Salt Of The Earth”

Interior. Leather Bar.

Interior. Leather Bar.

Dibintangi oleh Al Pacino, Cruising (1980) merupakan film karya William Friedkin yang cukup kontroversial. Kabarnya mengalami pemangkasan sepanjang 40 menit karena menampilkan adegan seks sesama jenis yang eksplisit. Pindah ke masa kini, aktor-cum-sutradara, James Franco, bekerjasama dengan Travis Mathews (dari indie cult, I Want Your Love) untuk mereka ulang 40 menit yang hilang tersebut.

Tapi, Interior. Leather Bar. kemudian tidak lagi tentang reka ulang tersebut melainkan tentang pembuatan reka ulang itu sendiri. Sebuah behind-the-scenes yang terlihat seperti sebuah mockumentary. Well, probably it is a mockumentary.

Isu yang diangkat oleh film sebenarnya topik yang cukup bernas; bagaimana sikap aktor heteroseksual untuk terlibat dalam ruang kerja beratmosfir homoseksual, persepsi calon penonton tentang filmnya, dominasi kultur heteroseksual, sikap permisif terhadap kekerasan dalam film dan sebaliknya untuk seksualitas, atau pentingnya adegan seks yang eksplisit. Oh yes, with Travis Mathews involved, of course the sex scenes must be unsimulated.

Sayangnya film berbicara hanya dalam konteks permukaan saja. Hal-hal umum, trivial dan sudah sering dibahas. Pada satu adegan James Franco menyebutkan jika ia sendiri kurang mengerti alasan mengapa ia mengerjakan film ini. Bisa jadi ketidakjelasan objektif film memang disengaja. Tapi itu tidak menafikan jika potensi kuat Interior. Leather Bar. kurang digali dengan lebih mendalam.

(3.5/5)

Film Review: Negeri di Bawah Kabut (2011)

Negeri di Bawah Kabut

Melalui kehidupan sehari-hari dua keluarga petani, Negeri di Bawah Kabut mengajak kita melihat lebih dekat bagaimana perubahan musim, pendidikan dan kemiskinan saling berkaitan satu sama lain.”

Saat ini saya merasa beruntung sekali berdomisili di Medan, kota yang biasanya menjadi anak tiri untuk penayangan film-film non-mainstream,  namun syukurlah mendapat jatah pemutaran untuk salah satu film karya anak negeri yang berprestasi, Negeri di Bawah Kabut atau The Land Beneath the Fog. Film ini hadir sebagai bagian pemutaran keliling film dokumenter karya Shalahuddin Siregar yang menoreh catatan khusus dengan meraih Special Jury Prize’ di The 8th Dubai International Film Festival 2011 yang lalu.

Continue reading “Film Review: Negeri di Bawah Kabut (2011)”

Film Review: Going To Pieces – The Rise and Fall of the Slasher Film (2006)

Going to Pieces: The Rise and Fall of the Slasher FilmSebagai sebuah sub-genre dari horror, slasher tampaknya akan dan selalu mempunyai fans fanatik yang kerap menghabiskan waktu mereka untuk menyimak berbagai jenis dan varian dari film-film seperti ini, meski sebenarnya jika kita tilik dari booming-nya di era 80-an, tampaknya tidak mempunyai perkembangan yang signifikan, baik dalam bentuk tema maupun formula. Slasher adalah bentuk dari film horror yang menggambarkan tentang pembantaian oleh seseorang yang biasanya mempunyai kecendrungan psikopat dengan cara-cara yang sadistis dan diluar akal sehat. Bagi sebagian orang, slasher tidak lebih dari sebuah “ketimpangan” dari selera rendah yang kejam. Namun, bagi para fansnya, film-film ini adalah sebuah bentuk hiburan yang menguji adrenalin dan juga nyali.

Continue reading “Film Review: Going To Pieces – The Rise and Fall of the Slasher Film (2006)”

Film Review: Inside Job (2010)

Tentu ada alasan yang kuat mengapa ‘Inside Job‘ memenangkan Oscar untuk Film Dokumenter Terbaik tahun ini. Dengan memaparkan serta menganalisa krisis keuangan global yang terjadi di tahun 2008 yang lalu, jelas menarik perhatian, tidak hanya kalangan juri akan tetapi juga khalayak umum yang ingin mengetahui apa dan bagaimana krisis itu sebenarnya.  Dengan gamblang dan tajam film pun mengungkapkan problematika serta polemik yang melandasi krisis tersebut.

Continue reading “Film Review: Inside Job (2010)”

Film Review: Exit Through The Gift Shop (2010)

‘Exit Through The Gift Shop’ adalah sebuah film dokumenter yang unik. Mengapa unik? Ada beberapa alasan; pertama, ini filmnya Banksy, seorang seniman jalanan misterius  asal Inggris yang populer, kedua, seharusnya ini film tentang Banksy, alih-alih Banksy merasa jika sang pembuat film justru lebih menarik untuk diceritakan sehingga ia mengambil alih peran pengarah film dan balik mengisahkan cerita sang “sineas”. Siapa sih yang dimaksud Bansky? Ia tak lain dan tak bukan adalah Thierry Guetta, seorang imigran asal Perancis yang menetap di Los Angeles, Amerika dan kemudian akan dikenal dengan julukan, Mr. Brainwash.

Continue reading “Film Review: Exit Through The Gift Shop (2010)”

Film Review: Catfish (2010)

Di era informatika saat ini, situs jejaring sosial memainkan peranan yang cukup signifikan dalam membangun hubungan antar individu. Orang-orang dengan gampang berinteraksi dengan orang lain yang tak dikenal di ujung belahan dunia lain. Secara esensi mungkin tidak ada bedanya dengan era korespondensi via surat seperti dekade yang lalu, namun dengan kemajuan teknologi, maka antarmuka hubungan seperti ini terasa lebih terbuka dan komunikasi pun menjajah wilayah privat. Apa sih  ‘Catfish’ itu? Yang pasti dia adalah sebuah doku-drama tentang hubungan yang terjalin antara seorang pemuda asal New York dengan seorang gadis asal Michigan melalui situs Facebook. Saat hubungan jarak jauh antara mereka semakin akrab, sang pemuda kemudian mulai menemukan kejanggalan-kejanggalan tentang si gadis. Apakah itu?

Continue reading “Film Review: Catfish (2010)”