Film Review: The Predator (2018)

Awalnya The Predator diniatkan sebagai reboot untuk franchise Predator. Tapi sang sutradara, Shane Black (Iron Man 3, The Nice Guy), yang sempat terlibat sebagai pemain dalam film orisinal rilisan 1997, memutuskan untuk melanjutkan saja kisahnya. Jadilah The Predator tidak hanya sebagai film keempat Predator, tapi juga sebuah film seorang Shane Black, yang sebagaimana kita ketahui, selalu kental dengan nuansa komedi gelap.
Continue reading “Film Review: The Predator (2018)”

Film Review: Wiro Sableng Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 (2018)

Sebagaimana umumnya kawasan Asia lainnya, kisah-kisah silat memang jamak menjadi konsumsi masyarakat Indonesia. Semenjak dulu kala cersil alias cerita silat, baik dalam bentuk novel berseri ataupun serial komik, selalu digandrungi. Kisahnya bahkan menyebrang dalam bentuk film, termasuk Wiro Sableng, karya Bastian Tito.

Continue reading “Film Review: Wiro Sableng Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 (2018)”

Film Review: Solo: A Star Wars Story (2018)

Siapapun tak akan menafikan jika Han Solo (diperankan Harrison Ford) merupakan salah satu karakter paling ikonik di saga space opera, Star Wars. Oleh karena itu, sudah bisa diduga jika Lucasfilm memilih asal-usul Han Solo sebagai materi untuk film kedua di seri “A Star Wars Story”, menyusul Rogue One di tahun 2016 lalu. Setelah sempat heboh dengan pergantian sutradara dari duo Phil Lord dan Christopher Miller menjadi Ron Howard, kita boleh merasa tenang, karena Solo: A Star Wars Story dihadirkan dengan memikat.

Continue reading “Film Review: Solo: A Star Wars Story (2018)”

Film Review: Pacific Rim Uprising (2018)

“What a fun ride!” adalah kesan setelah selesai menyimak Pacific Rim Uprising, sekuel dari film Pacific Rim (2013) karya sutradara yang baru saja menyabet Oscar, Guillermo del Toro (The Shape of Water). Mengingat Pacific Rim Uprising adalah sinema eskapis dengan tujuan dasarnya menghibur penonton, maka kemampuan dalam menunaikan tugasnya pastinya adalah kelebihan tersendiri. Begitu tersedotnya kita pada keseruan Pacific Rim Uprising sehingga teralihkan dari berbagai kelemahan dirinya.

Continue reading “Film Review: Pacific Rim Uprising (2018)”

Film Review: Black Panther (2018)

Black Panther, film ke-18 dalam semesta sinematik Marvel, dinantikan dengan antusias karena dianggap sebagai film superhero berkulit hitam utama dalam skala masif, sebagaimana tahun lalu ada Wonder Woman sebagai representasi untuk superhero perempuan. Anggapan yang tidak benar-benar tepat (sudah ada Blade, Spawn atau Hancock misalnya), tapi kita mengerti maksudnya apa.

Continue reading “Film Review: Black Panther (2018)”

Film Review: Spider-Man: Homecoming (2017)

Semenjak Sam Raimi menghadirkan Spider-Man (2002), sementara  ini telah ada 5 buah film versi mutakhir yang berangkat dari karakter komik Marvel kreasi Stan Lee dan Steve Ditko. Dan dalam lebih dari satu dekade kemudian, franchise gawangan Sony ini bahkan telah mengalami reboot dengan The Amazing Spider-Man (2012). Performa yang kurang memuaskan dari The Amazing Spider-Man 2 (2014) ternyata membuat Sony kembali berniat untuk me-reboot kembali franchise-nya. Hanya saja, tentu harus ada yang membedakan jika kisah sang laba-laba merah “diperkenalkan” kembali di layar lebar.

Continue reading “Film Review: Spider-Man: Homecoming (2017)”

Film Review: Wonder Woman (2017)

Setelah sempat sangat mencuri perhatian saat untuk pertama kalinya dalam 70 tahun sejarahnya muncul di layar lebar melalui Batman v Superman: Dawn of Justice (2016), akhirnya Wonder Woman (Gal Gadot) tampil dalam film solonya yang merupakan bagian ke-4 dari seting DC Extended Universe. Dan melaluinya, sah sudah jika pesona Wonder Woman bukanlah sekedar one hit wonder.

Continue reading “Film Review: Wonder Woman (2017)”

Film Review: Alien: Covenant (2017)

Di tahun 2012 hadir Prometheus yang merupakan kembalinya Ridley Scott ke ranah fiksi-ilmiah, setelah terakhir adalah Blade Runner (1982). Film tersebut juga menandakan kembalinya Scott pada film yang sukses mengangkat namanya ke permukaan, Alien (1979). Hanya saja, meski diset sebagai prekuel untuk Alien, Scott ingin melebarkan cerita Prometheus tidak hanya terbatas pada aksi teror Xenomorph belaka, namun juga elaborasi pada semesta atau world building-nya, serta mengangkat tema eksistensialisme.

Continue reading “Film Review: Alien: Covenant (2017)”

Film Review: Spirited Away (2001)

Bagi penggemar animasi, atau mungkin penggemar film secara umum, pasti mengenal maestro animasi Jepang, Hayao Miyazaki, dan rumah produksi miliknya yang legendaris, Studio Ghibli. Kini, untuk pertama kalinya beberapa film animasi karya Miyazaki – 5 film tepattnya – bisa disaksikan secara umum karena tayang di berbagai bioskop Indonesia dalam agenda World of Ghibli Jakarta. Untuk sajian bulan pertama adalah salah satu masterpiece Miyazaki dan Studio Ghibli, Spirited Away (千と千尋の神隠し – Sen to Chihiro no Kamikakushi).

Continue reading “Film Review: Spirited Away (2001)”