Film Review: Pacific Rim Uprising (2018)

“What a fun ride!” adalah kesan setelah selesai menyimak Pacific Rim Uprising, sekuel dari film Pacific Rim (2013) karya sutradara yang baru saja menyabet Oscar, Guillermo del Toro (The Shape of Water). Mengingat Pacific Rim Uprising adalah sinema eskapis dengan tujuan dasarnya menghibur penonton, maka kemampuan dalam menunaikan tugasnya pastinya adalah kelebihan tersendiri. Begitu tersedotnya kita pada keseruan Pacific Rim Uprising sehingga teralihkan dari berbagai kelemahan dirinya.

Continue reading “Film Review: Pacific Rim Uprising (2018)”

Film Review: Black Panther (2018)

Black Panther, film ke-18 dalam semesta sinematik Marvel, dinantikan dengan antusias karena dianggap sebagai film superhero berkulit hitam utama dalam skala masif, sebagaimana tahun lalu ada Wonder Woman sebagai representasi untuk superhero perempuan. Anggapan yang tidak benar-benar tepat (sudah ada Blade, Spawn atau Hancock misalnya), tapi kita mengerti maksudnya apa.

Continue reading “Film Review: Black Panther (2018)”

Film Review: Spider-Man: Homecoming (2017)

Semenjak Sam Raimi menghadirkan Spider-Man (2002), sementara  ini telah ada 5 buah film versi mutakhir yang berangkat dari karakter komik Marvel kreasi Stan Lee dan Steve Ditko. Dan dalam lebih dari satu dekade kemudian, franchise gawangan Sony ini bahkan telah mengalami reboot dengan The Amazing Spider-Man (2012). Performa yang kurang memuaskan dari The Amazing Spider-Man 2 (2014) ternyata membuat Sony kembali berniat untuk me-reboot kembali franchise-nya. Hanya saja, tentu harus ada yang membedakan jika kisah sang laba-laba merah “diperkenalkan” kembali di layar lebar.

Continue reading “Film Review: Spider-Man: Homecoming (2017)”

Film Review: Wonder Woman (2017)

Setelah sempat sangat mencuri perhatian saat untuk pertama kalinya dalam 70 tahun sejarahnya muncul di layar lebar melalui Batman v Superman: Dawn of Justice (2016), akhirnya Wonder Woman (Gal Gadot) tampil dalam film solonya yang merupakan bagian ke-4 dari seting DC Extended Universe. Dan melaluinya, sah sudah jika pesona Wonder Woman bukanlah sekedar one hit wonder.

Continue reading “Film Review: Wonder Woman (2017)”

Film Review: Alien: Covenant (2017)

Di tahun 2012 hadir Prometheus yang merupakan kembalinya Ridley Scott ke ranah fiksi-ilmiah, setelah terakhir adalah Blade Runner (1982). Film tersebut juga menandakan kembalinya Scott pada film yang sukses mengangkat namanya ke permukaan, Alien (1979). Hanya saja, meski diset sebagai prekuel untuk Alien, Scott ingin melebarkan cerita Prometheus tidak hanya terbatas pada aksi teror Xenomorph belaka, namun juga elaborasi pada semesta atau world building-nya, serta mengangkat tema eksistensialisme.

Continue reading “Film Review: Alien: Covenant (2017)”

Film Review: Spirited Away (2001)

Bagi penggemar animasi, atau mungkin penggemar film secara umum, pasti mengenal maestro animasi Jepang, Hayao Miyazaki, dan rumah produksi miliknya yang legendaris, Studio Ghibli. Kini, untuk pertama kalinya beberapa film animasi karya Miyazaki – 5 film tepattnya – bisa disaksikan secara umum karena tayang di berbagai bioskop Indonesia dalam agenda World of Ghibli Jakarta. Untuk sajian bulan pertama adalah salah satu masterpiece Miyazaki dan Studio Ghibli, Spirited Away (千と千尋の神隠し – Sen to Chihiro no Kamikakushi).

Continue reading “Film Review: Spirited Away (2001)”

Film Review: Ghost In The Shell (2017)

Sebagai salah satu anime ikonik di era 90-an, tidak mengherankan jika Ghost in the Shell (1995), karya Mamoru Oshii yang diangkat dari manga kreasi Masamune Shirow, sukses dilirik Hollywood untuk diulang buat. Bagaimanapun Ghost in the Shell dianggap sebagai salah satu anime terbaik dan berperan besar dalam perkembangan sub-genre cyberpunk. Termasuk oleh Wachowski bersaudara saat mengerjakan The Matrix (1999).

Continue reading “Film Review: Ghost In The Shell (2017)”

Film Review: Shin Godzilla (2016)

Dengan kesuksesan Godzilla versi Amerika yang dirilis di tahun 2014, tidak heran jika Toho pun melakukan reboot untuk Godzilla versi domestik. Berjudul Shin Godzilla atau Godzilla Resurgence, film merupakan reboot ketiga kalinya dan merupakan produksi ke-29 dalam franchise ini bagi Toho, setelah terakhir Godzilla: The Final Wars (2004). Duduk di bangku sutradara adalah duo  Hideaki Anno (Neon Genesis Evangelion) dan Shinji Higuchi (Attack on Titan), dengan Anno juga bertugas menulis naskah, sedangkan Higuchi menangani efek khusus.

Continue reading “Film Review: Shin Godzilla (2016)”

Film Review: Beauty and the Beast (2017)

Karena ia adalah dongeng setua sang masa, maka plot Beauty and the Beast arahan Bill Condon (Gods and Monsters, Twilight Saga: Breaking Dawn Part 1 &2) ini masih sangat familiar. Lagi pula versi animasinya yang dirilis di tahun 1991 masih cukup populer hingga kini. Namun, sebagaimana trend yang menjangkiti Disney akhir-akhir ini, mereka merasa perlu untuk membuat ulang film-film animasi klasik mereka dalam versi live-action. Hanya saja, dibandingkan beberapa film sebelumnya (Maleficent, Cinderella, The Jungle Book) yang mencoba untuk mengalterasi pendekatan ceritanya, maka Beauty and the Beast mutakhir ini setia dengan aslinya.

Continue reading “Film Review: Beauty and the Beast (2017)”