Film Review: Solo: A Star Wars Story (2018)

Siapapun tak akan menafikan jika Han Solo (diperankan Harrison Ford) merupakan salah satu karakter paling ikonik di saga space opera, Star Wars. Oleh karena itu, sudah bisa diduga jika Lucasfilm memilih asal-usul Han Solo sebagai materi untuk film kedua di seri “A Star Wars Story”, menyusul Rogue One di tahun 2016 lalu. Setelah sempat heboh dengan pergantian sutradara dari duo Phil Lord dan Christopher Miller menjadi Ron Howard, kita boleh merasa tenang, karena Solo: A Star Wars Story dihadirkan dengan memikat.

Continue reading “Film Review: Solo: A Star Wars Story (2018)”

Film Review: Blade Runner 2049 (2017)

Meski saat dirilis di tahun 1982, Blade Runner tidak mendapatkan penerimaan yang begitu menggembirakan, baik dari tanggapan kritikus maupun perolehan hasil box office, namun dengan berjalannya waktu, film karya Ridley Scott ini kemudian meraih aklamasi sebagai salah satu film fiksi-ilmiah terbaik sepanjang masa. Terlepas dari eksistensi berbagai versi film yang kemudian hadir. Lompat 35 tahun kemudian, kini hadirlah sebuah sekuel (yang sudah ditunggu-tunggu banyak orang), Blade Runner 2049, di bawah kendali sutradara Dennis Villaneuve.

2049 (seterusnya kita sebut begitu saja) datang untuk menyusul kesuksesan Villeneuve dengan drama fiksi-limiah pertamanya, Arrival. Oleh karena itu, kombinasi antara Villeneuve, nama Blade Runner itu sendiri dan tentunya kembalinya Harrison Ford memerankan salah satu karakter ikoniknya, Rick Deckard, sang blade runner pemburu replicant, atau manusia yang dikreasi secara rekayasa ilmiah, jelas menambah semangat untuk menunggu hasilnya.

Continue reading “Film Review: Blade Runner 2049 (2017)”

Film Review: Life (2017)

Dirilis hanya selang beberapa bulan sebelum Alien: Covenant, maka sulit bagi Life, karya sutradara asal Swedia Daniel Espinosa (Easy Money, Safe House, Child 44), untuk mengelakkan tudingan dirinya sebagai peniru Alien, yang merupakan karya klasik Ridley Scott. Fiksi-ilmiah berbumbu horor dengan seting berlokasi di luar angkasa dan melibatkan sosok mahluk asing yang meneror bisa menjadi alasan di balik tudingan.

Continue reading “Film Review: Life (2017)”

Film Review: Arrival (2016)

Dalam versi ulang buat The Day the Earth Stood Still (2008), Jennifer Connely berperan sebagai seorang astrobiologis bernama Dr. Helen Benson, salah satu dari tim peneliti yang ditugaskan untuk berkomunikasi dengan sosok alien bernama Klaatu (Keanu Reeves). Dalam perkembangan cerita, dikisahkan kemudian Helen dan Klaatu membangun jembatan interaksi antara makhluk angkasa luar dengan penduduk Bumi, meski pihak kedua seringkali penuh prasangka dan kecurigaan dan kemudian mengancam eksistensi komunikasi postif antara dua pihak tersebut.

Continue reading “Film Review: Arrival (2016)”

Film Review: Rogue One: A Star Wars Story (2016)

Akhir tahun lalu kita menyaksikan film terbaru dari franchise Star Wars, The Force Awakens, yang diniatkan sebagai permulaan dari trilogi baru dari saga space opera ini. Dan kini, setahun kemudian, kita pun menyaksikan film pertama dari seri antologi Star Wars, dengan kisah yang dapat berdiri sendiri, berjudul Rogue One: A Star Wars Story.

Continue reading “Film Review: Rogue One: A Star Wars Story (2016)”

The Martian

The Martian

Saat Chuck Noland (Tom Hanks) dari’Cast Away’ terdampar di sebuah pulau terpencil setelah kecelakaan pesawat yang menimpanya, ia harus melakukan berbagai upaya dan mengandalkan insting alaminya agar dapat bertahan hidup. Suspens datang dari minimnya pengetahuan Noland tentang lingkungan dimana ia terdampar.

Nasib malang serupa juga dialami Mark Watney (Matt Damon), dalam ‘The Martian’. Ia terpaksa menjadi penghuni Mars yang tandus, setelah timnya mengira ia telah tewas dalam sebuah kecelakaan dan meninggalkannya sendiri. But Watney no ordinary person. He’s a smart and resourceful astronaut-slash-botanist. Conveniently, it is expected for him to science the shit out of his misfortune.

Continue reading “The Martian”

Film Review: Source Code (2011)

Source Code

Source Code’ trailer and poster doesn’t give this film justice. Mengindikasikan film sebagai sebuah sebuah mega-blockbuster dengan konsep fiksi-lmiah yang mengedepankan visual yang dijamin memanjakan mata atau cerita yang ruwet. Saya tidak akan membiarkan ekspektasi anda berada di tempat yang salah. ‘Source Code’ bukan film seperti ini. Bahkan ini adalah jenis film yang mempunyai cerita yang cukup sederhana dan  juga lebih memilih pendekatan yang lebih menekankan pada unsur drama dalam menyampaikan ceritanya.

Continue reading “Film Review: Source Code (2011)”

[Tafsir Mimpi] Inception (2010) – Film Review

Tulisan ini dalam paradoks tertentu adalah SPOILER.

Saya pernah menonton sebuah film (yang katanya) horor berjudul Soul Survivors. Film yang dibintangi oleh Cassey Affleck, Wes Bentley dan Eliza Dhusku itu mencoba memanipulasi penonton tentang apa itu batas realitas sebenarnya. Penuh dengan potensi, sayang eksekusinya buruk. Namun, film tersebut mampu membuat saya berfikir, apa itu parameter kenyataan?

Atau apakah kita sebenarnya adalah seorang Truman Burbank, yang mengira telah hidup dengan penuh, akan tetapi sebenarnya menempati ruang hidup yang sempit? Tapi Truman itu sendiri pun kemudian mulai mencurigai batas realitas kehidupannya sendiri.

Continue reading “[Tafsir Mimpi] Inception (2010) – Film Review”