Film Review: A Quiet Place (2018)

Dalam A Quiet Place, pasutri dunia nyata, John Krasinski dan Emily Blunt, berperan sebagai pasutri fiktif dengan beberapa anak yang menghadapi ancaman teror sosok-sosok sensitif terhadap suara di sebuah pedesaan. Mereka harus bertahan hidup dengan meminimalisir volume ucapan dan mengandalkan bahasa isyarat. Jelas premis menarik untuk sebuah film horor. Lebih menarik lagi, film merupakan debut penyutradaraan Krasinski yang kerap bermain dalam film komedi.
Continue reading “Film Review: A Quiet Place (2018)”

Film Review: Pengabdi Setan (2017)

S
etelah berikhtiar sekian lama, akhirnya salah satu sineas terkemuka perfilman Indonesia, Joko Anwar, berhasil mewujudkan impiannya untuk menggarap salah satu film favoritnya semenjak kanak-kanak, Pengabdi Setan (1980), karya klasik maestro horor Indonesia, Sisworo Gautama Putra. Hanya saja, sebagai remake Joko rupanya tidak ingin bulat-bulat mereka-ulang kisah dalam versi orisinalnya, namun menghadirkan tafsiran baru yang diharapkan bisa memberi nuansa dan dimensi atas tema yang diusung.

Continue reading “Film Review: Pengabdi Setan (2017)”

Film Review: Jailangkung (2017)

Nama Rizal Mantovani dan Jose Poernomo selamanya tercatat dalam sejarah perfilman Indonesia berkat Jelangkung (2001), sebuah fim horor yang sukses besar justru saat situasi perfilman lokal tengah mati suri dan menjadi salah satu pencetus bergeraknya kembali gelombang film Indonesia baru, bersama dengan Petualangan Sherina (2000) dan Ada Apa Dengan Cinta? (2002). Kini, 16 tahun kemudian, Mantovani dan Poernomo melakukan reuni dalam sebuah film horor lain yang juga mengangkat mitos sama, Jailangkung.

Continue reading “Film Review: Jailangkung (2017)”

Film Review: 47 Meters Down (2017)

Musim panas tahun lalu The Shallows, sebuah film thriller karya Jaume-Collet Serra dan dibintangi Blake Lively sukses mencuri perhatian. Kini, tepat setahun kemudian, 47 Meters Down kembali menampilkan aksi karakter perempuan yang terjebak di lautan dan harus melawan ganasnya hiu. Dengan demikian mudah saja menyebutkan jika 47 Meters Down sebagai pengekor The Shallows. Hanya saja, selain ada beberapa perbedaan detil, sebenarnya anggapan tersebut tidak tepat juga.

Continue reading “Film Review: 47 Meters Down (2017)”

Film Review: Havenhurst (2016)

Saat sebuah film horor lebih memilih untuk mengikuti pakem secara ajeg alih-alih mencoba untuk menghadirkan sesuatu yang baru, maka kita akan berhadapan dengan sebuah film yang begitu klise sehingga hanya bisa dinikmati kalau meminggirkan rasa familiaritas guna bisa menikmatinya. Itulah problematika dalam Havenhurst karya Andrew C. Erin (Sam’s Lake).

Continue reading “Film Review: Havenhurst (2016)”

Film Review: Alien: Covenant (2017)

Di tahun 2012 hadir Prometheus yang merupakan kembalinya Ridley Scott ke ranah fiksi-ilmiah, setelah terakhir adalah Blade Runner (1982). Film tersebut juga menandakan kembalinya Scott pada film yang sukses mengangkat namanya ke permukaan, Alien (1979). Hanya saja, meski diset sebagai prekuel untuk Alien, Scott ingin melebarkan cerita Prometheus tidak hanya terbatas pada aksi teror Xenomorph belaka, namun juga elaborasi pada semesta atau world building-nya, serta mengangkat tema eksistensialisme.

Continue reading “Film Review: Alien: Covenant (2017)”

Film Review: Lavender (2016)

Selepas The Last Exorcism Part II (2013), yang naskahnya ditulis bersama dengan Damien Chazelle (Whiplash, La La Land), kurang mendapat sambutan memuaskan dari para kritikus, sutradara asal Kanada, Ed-Gass Donnelly, ternyata tidak mau menyerah begitu saja di genre horor. Kali ini ia datang kembali dengan Lavender. Meski memang bukan horor murni karena dibungkus juga dengan drama dan thriller.

Continue reading “Film Review: Lavender (2016)”