Film Review: Black Panther (2018)

Black Panther, film ke-18 dalam semesta sinematik Marvel, dinantikan dengan antusias karena dianggap sebagai film superhero berkulit hitam utama dalam skala masif, sebagaimana tahun lalu ada Wonder Woman sebagai representasi untuk superhero perempuan. Anggapan yang tidak benar-benar tepat (sudah ada Blade, Spawn atau Hancock misalnya), tapi kita mengerti maksudnya apa.

Continue reading “Film Review: Black Panther (2018)”

Film Review: Spider-Man: Homecoming (2017)

Semenjak Sam Raimi menghadirkan Spider-Man (2002), sementara  ini telah ada 5 buah film versi mutakhir yang berangkat dari karakter komik Marvel kreasi Stan Lee dan Steve Ditko. Dan dalam lebih dari satu dekade kemudian, franchise gawangan Sony ini bahkan telah mengalami reboot dengan The Amazing Spider-Man (2012). Performa yang kurang memuaskan dari The Amazing Spider-Man 2 (2014) ternyata membuat Sony kembali berniat untuk me-reboot kembali franchise-nya. Hanya saja, tentu harus ada yang membedakan jika kisah sang laba-laba merah “diperkenalkan” kembali di layar lebar.

Continue reading “Film Review: Spider-Man: Homecoming (2017)”

Film Review: Logan (2017)

Setelah 17 tahun terakhir ini menjadi salah satu ikon utama film ber-subgenre superhero, baik sebagai bagian seri The X-Men ataupun film solonya, akhirnya Wolverine hadir dalam aksi terakhirnya, Logan. Sebagai film yang (diniatkan) sebagai yang terakhir, tentunya ia diharapkan bisa memberi impresi yang kuat akan statusnya sebagai ikon tadi. James Mangold kembali duduk di bangku sutradara setelah The Wolverine (2013).

Continue reading “Film Review: Logan (2017)”

Film Review: Doctor Strange (2016)

Marvel Studios harus dipuji akan konsistensi mereka dalam menghadirkan film-film superhero yang gampang dicerna, menghibur dan berwarna cerah. Bahkan saat mengangkat materi dengan dasar tone dan aspek tematis relatif gelap atau kompleks,  elemen tadi tetap dipertahankan sebagai keliman filmnya. Ini menjadi kelebihan tersendiri, karena film-film Marvel gampang dikenal dan memenuhi selera masal. Bukan tanpa kekurangan, karena pada akhirnya film-filmnya cenderung bermain aman dan seolah gentar keluar  dari kotak, agar pangsa pasar tidak lari menjauh. Terlepas sebenarnya memiliki potensi untuk tidak tampil seragam. Doctor Strange adalah contoh paling mutakhir untuk itu.

Continue reading “Film Review: Doctor Strange (2016)”

Film Review: X-Men: Apocalypse (2016)

x-men-2016-movie-poster

Sebagai salah satu penggerak trend film adaptasi komik superhero dengan pendekatan realistis, franchise X-Men merupakan salah satu yang terdepan. Sudah 16 tahun berlalu semenjak X-Men (2000) dan film ini secara konsisten merilis film demi film guna memuaskan para penggemar. Dan kini hadir yang terbaru, X-Men: Apocalypse, bagian ketiga dari trilogi prekuel yang dimulai dengan X-Men: First Class (2011).

Continue reading “Film Review: X-Men: Apocalypse (2016)”

Film Review: Captain America: Civil War (2016)

Captain America Civil War

Tidak terasa kisah sang Avenger pertama, Steve Rogers atau Captain America (diperankan Chris Evans), telah memasuki film ketiganya. Masih dalam besutan duo Anthony dan Joe Russo (Captain America: The Winter Soldier, 2014), sang kapten akan menghadapi musuh yang “berbeda”, teman-temannya sendiri yang dipimpin oleh Tony Stark atau Iron Man (Robert Downey, Jr).

Continue reading “Film Review: Captain America: Civil War (2016)”

Deadpool (2016)

Deadpool

Ryan Reynolds sepertinya masih penasaran ingin menjajal kemampuan dirinya untuk berperan sebagai seorang pahlawan super. Deadpool, yang merupakan karakter komik Marvel ini, pernah diperankannya dalam ‘X-Men Origins: Wolverine’ (2009). Peran yang terbatas dan tidak begitu sesuai dengan komiknya mungkin membuat Reynolds merasa kurang puas. Setelahnya ia menjajal menjadi pahlawan super dari DC, ‘Green Lantern’ (2011) yang sayangnya berkualitas semenjana. Sebelumnya di tahun 2004 ia sudah turut membintangi ‘Blade: Trinity’.

Continue reading “Deadpool (2016)”