Film Review: Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak (2017)

Tujuh laki-laki mendatangi sebuah pondok di tengah sabana Sumba. Penghuninya hanya Marlina (Marsha Timothy) bersama mumi sang mendiang suami. Tujuh laki-laki bukan untuk menyelamatkan sang perempuan kampung dari begundal. Merekalah begundal itu! Tapi Marlina menolak kalah. Sup ayam dan sabetan parang memulai perlawanannya terhadap kungkungan. Dimulailah kisah Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak (Inggris: Marlina the Murderer in Four Acts).

Continue reading “Film Review: Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak (2017)”

Film Review: Dunkirk (2017)

Mungkin Dunkirk adalah salah satu peristiwa historis era Perang Dunia II paling dikenang warga Inggris. Ada 200.000 tentara mereka harus terdampar di tepi pantai di kota utara Prancis tersebut. Nasib pun tak menentu, menunggu kejelasan apakah akan terselamatkan atau tidak. Saat Christopher Nolan mengungkap dirinya akan mengangkat peristiwa Dunkirk untuk film terbarunya, maka bisa jadi banyak orang mengira ia akan mengambil jejak sama hal seperti film-film sejenis. Saving Private Ryan karya Steven Spielberg misalnya.

Continue reading “Film Review: Dunkirk (2017)”

Film Review: Spirited Away (2001)

Bagi penggemar animasi, atau mungkin penggemar film secara umum, pasti mengenal maestro animasi Jepang, Hayao Miyazaki, dan rumah produksi miliknya yang legendaris, Studio Ghibli. Kini, untuk pertama kalinya beberapa film animasi karya Miyazaki – 5 film tepattnya – bisa disaksikan secara umum karena tayang di berbagai bioskop Indonesia dalam agenda World of Ghibli Jakarta. Untuk sajian bulan pertama adalah salah satu masterpiece Miyazaki dan Studio Ghibli, Spirited Away (千と千尋の神隠し – Sen to Chihiro no Kamikakushi).

Continue reading “Film Review: Spirited Away (2001)”

Film Review: A Pigeon Sat On A Branch Reflecting On Existence (2014)

Diset sebagai bagian ketiga dari “living trilogy” milik sineas asal Swedia, Roy Andersson, setelah Songs from the Second Floor (2000) dan You, the Living (2007), A Pigeon Sat On A Branch Reflecting On Existence, atau En duva satt på en gren och funderade på tillvaron, juga mengekslorasi gagasan apa artinya menjadi manusia. It’s a quirky yet absurd comedy that encourage its viewers to reassert the meaning of their life. 

Continue reading “Film Review: A Pigeon Sat On A Branch Reflecting On Existence (2014)”

Hayao Miyazaki’s Top 5

Hayao Miyazaki
Hayao Miyazaki

Baru-baru ini terbetik kabar jika maestro animasi Jepang, Hayao Miyazaki (宮崎 駿) memutuskan untuk pensiun dari menyutradarai.  Tentu saja sebagai salah satu pendiri studio animasi populer Ghibli, ia mungkin akan tetap berkarya sebagai produser. Namun, as one of the most celebrated director, tentu saja kabar ini menyesakkan dada yang berarti kita tidak akan menyaksikan lagi film-film beliau.

Continue reading “Hayao Miyazaki’s Top 5”

Film Review: Yang Tidak Dibicarakan Ketika Membicarakan Cinta (2013)

Cinta. Kenapa ya ia selalu menjadi perbincangan hangat dalam sebuah film? Rasa-rasanya mungkin sudah ribuan, ah atau ratusan ribu film yang berkisah tentang cinta. Lantas apa istimewanya What They Don’t Talk About When They Talk About Love, atau Yang Tidak Dibicarakan Ketika Membicarakan Tentang Cinta, sebuah film baru dari sutradara pemenang Citra tahun 2008 melalui fiksi., Mouly Surya?

Continue reading “Film Review: Yang Tidak Dibicarakan Ketika Membicarakan Cinta (2013)”

Film Review: Life of Pi (2012)

LIfe of Pi

Life of Pi adalah sebuah film yang mengagumkan. Ia tidak hanya menampilkan visual yang kaya dan pemanfaatan efek khusus yang cermat dan tepat guna, akan tetapi juga sebuah naratif yang kuat dan kental dengan nilai-nilai filosofis yang mencerahkan. Masalahnya, bagi sebagian besar orang, nilai yang dibawa oleh film ini mungkin terdengar terlalu berlebihan jika tidak mau disebut utopis.  Akan tetapi, satu yang pasti Ang Lee (The Wedding Banquet, Sense and Sensibility), sang sutradara, dengan sangat gemilang berhasil mempersembahakan kepada kita sebuah film dengan pencapaian aspek sinematis yang luar biasa dan merupakan salah satu yang terbaik untuk tahun ini.

Continue reading “Film Review: Life of Pi (2012)”

Film Review: Moonrise Kingdom (2012)


Moonrise Kingdom masih menghadirkan semua ciri khas seorang Wes Anderson (Rushmore, The Royal Tenenbaums, The Darjeeling Limited). Meski berseting di sektor realisme, dunia yang kita akrabi, namun karakter-karakternya ditampilkan dengan so other-worldly dengan situasi yang terkadang luar biasa…..aneh. Bisakah kita kategorikan film-film Wes sebagai fantasi? Mungkin saja. Akan tetapi, terlepas dari gaya penceritaanya yang unik, Wes selalu ingin bercerita tentang sesuatu yang lekat dengan kita.  Sesuatu yang sebenarnya sangat sederhana, sering kita indahkan, namun krusial dan penting. Moonrise Kingdom bukan pengecualian.

Continue reading “Film Review: Moonrise Kingdom (2012)”