Film Review: Black Panther (2018)

Black Panther, film ke-18 dalam semesta sinematik Marvel, dinantikan dengan antusias karena dianggap sebagai film superhero berkulit hitam utama dalam skala masif, sebagaimana tahun lalu ada Wonder Woman sebagai representasi untuk superhero perempuan. Anggapan yang tidak benar-benar tepat (sudah ada Blade, Spawn atau Hancock misalnya), tapi kita mengerti maksudnya apa.

Continue reading “Film Review: Black Panther (2018)”

Film Review: Alien: Covenant (2017)

Di tahun 2012 hadir Prometheus yang merupakan kembalinya Ridley Scott ke ranah fiksi-ilmiah, setelah terakhir adalah Blade Runner (1982). Film tersebut juga menandakan kembalinya Scott pada film yang sukses mengangkat namanya ke permukaan, Alien (1979). Hanya saja, meski diset sebagai prekuel untuk Alien, Scott ingin melebarkan cerita Prometheus tidak hanya terbatas pada aksi teror Xenomorph belaka, namun juga elaborasi pada semesta atau world building-nya, serta mengangkat tema eksistensialisme.

Continue reading “Film Review: Alien: Covenant (2017)”

Film Review: Ghost In The Shell (2017)

Sebagai salah satu anime ikonik di era 90-an, tidak mengherankan jika Ghost in the Shell (1995), karya Mamoru Oshii yang diangkat dari manga kreasi Masamune Shirow, sukses dilirik Hollywood untuk diulang buat. Bagaimanapun Ghost in the Shell dianggap sebagai salah satu anime terbaik dan berperan besar dalam perkembangan sub-genre cyberpunk. Termasuk oleh Wachowski bersaudara saat mengerjakan The Matrix (1999).

Continue reading “Film Review: Ghost In The Shell (2017)”

Film Review: The Host (2013)

The Host

“Body and soul. Two different things”

Manajemen ekspektasi dan persepsi terhadap karya Stephenie Meyer tampaknya memang hal-hal yang tak terpisahkan dalam membicarakan film-film yang diangkat dari novelnya. Setelah kesuksesan serial Twilight (2008 – 2012), maka karya Meyer lain yang mendapat kesempatan digubah menjadi film adalah The Host. Meski ada nama Andrew Niccol (Gattaca, Lord of War) di belakangnya, namun tampaknya label semenjana pun tak luput disematkan kepada film ini.

Continue reading “Film Review: The Host (2013)”

Film Review: Resident Evil – Afterlife (2010)

Saya pernah mencoba beberapa kali memainkan game survival-horror keluaran Capcom yang bertajukResident Evil ini melalui console PlayStation. Sayangnya, saya bahkan tidak pernah bisa menyelesaikan level yang terendah sekali pun, sehingga pada akhirnya merasa uring-uringan dan enggan untuk memainkannya lagi. Namun begitu, sengingat saya game ini sangat mengandalkan atmosfir kelam yang intens dan hasilnya kita seperti terlibat dalam sebuah petualangan yang cukup menyeramkan. Meski tidak mahir dalam memainkannya, akan tetapi saat kemudian ‘Resident Evil’ diangkat dalam media film pada tahun 2002, ternyata saya cukup puas dengan hasil rekaan Paul W. S. Anderson tersebut. Tidak terasa, seri tersebut sudah memasuki judul keempatnya. Dan setelah di sikuel pertama dan kedua Anderson hanya menjabat sebagai produser dan penulis cerita, maka kini dalam ‘Resident Evil: Afterlife’ ia pun kembali lagi dibangku sutradara.

Continue reading “Film Review: Resident Evil – Afterlife (2010)”