Film Review: Kidnap (2017)

Serial kreasi Ryan Murphy, Feud: Bette and Joan, mengisahkan perseteruan antara dua aktris kaliber, Bette David dan Joan Crawford. Hanya saja serial ini tidak hanya melulu cerita tentang persaingan sensasional, namun juga fakta bagaimana aktris Hollywood di atas usia 40 harus berjuang dalam menjaga karir mereka. Terlepas seberapa besar nama mereka.

Meski berseting di era 60-an, ternyata sampai detik ini iklim yang sama tetap mendera para aktris terkemuka masa kini. Halle Berry salah satunya. Ia terkenal. Ikonik. Pemenang Oscar pula. Seharusnya ia bisa mendapatkan tawaran lebih baik, lebih berkelas atau bermutu. Tapi tetap saja mau untuk membintangi film semenjana seperti Kidnap ini, karena mungkin tawaran seperti inilah yang kini datang padanya.

Continue reading “Film Review: Kidnap (2017)”

Film Review: Atomic Blonde (2017)

Stuntman/stunt coordinator, David Leitch, bersama dengan rekannya, Chad Stahelski, sukses terangkat namanya sebagai sutradara berkat proyek kolaboratif mereka, John Wick (2014), yang dianggap sebagai salah satu film aksi terbaik dekade ini. Stahelksi kemudian menggarap secara mandiri sekuelnya, John Wick: Chapter 2 (2017), dan berhasil membuktikan jika karya pertamanya bukan hasil kemujuran semata, melainkan bukti jika ia memang memilki potensi sebagai sutradara andalan. Lantas bagaimana dengan Leitch? Ia punya Atomic Blonde sebagai debutnya sebagai sutradara solo.

Continue reading “Film Review: Atomic Blonde (2017)”

Film Review: Dunkirk (2017)

Mungkin Dunkirk adalah salah satu peristiwa historis era Perang Dunia II paling dikenang warga Inggris. Ada 200.000 tentara mereka harus terdampar di tepi pantai di kota utara Prancis tersebut. Nasib pun tak menentu, menunggu kejelasan apakah akan terselamatkan atau tidak. Saat Christopher Nolan mengungkap dirinya akan mengangkat peristiwa Dunkirk untuk film terbarunya, maka bisa jadi banyak orang mengira ia akan mengambil jejak sama hal seperti film-film sejenis. Saving Private Ryan karya Steven Spielberg misalnya.

Continue reading “Film Review: Dunkirk (2017)”

Film Review: 47 Meters Down (2017)

Musim panas tahun lalu The Shallows, sebuah film thriller karya Jaume-Collet Serra dan dibintangi Blake Lively sukses mencuri perhatian. Kini, tepat setahun kemudian, 47 Meters Down kembali menampilkan aksi karakter perempuan yang terjebak di lautan dan harus melawan ganasnya hiu. Dengan demikian mudah saja menyebutkan jika 47 Meters Down sebagai pengekor The Shallows. Hanya saja, selain ada beberapa perbedaan detil, sebenarnya anggapan tersebut tidak tepat juga.

Continue reading “Film Review: 47 Meters Down (2017)”

Film Review: Alien: Covenant (2017)

Di tahun 2012 hadir Prometheus yang merupakan kembalinya Ridley Scott ke ranah fiksi-ilmiah, setelah terakhir adalah Blade Runner (1982). Film tersebut juga menandakan kembalinya Scott pada film yang sukses mengangkat namanya ke permukaan, Alien (1979). Hanya saja, meski diset sebagai prekuel untuk Alien, Scott ingin melebarkan cerita Prometheus tidak hanya terbatas pada aksi teror Xenomorph belaka, namun juga elaborasi pada semesta atau world building-nya, serta mengangkat tema eksistensialisme.

Continue reading “Film Review: Alien: Covenant (2017)”

Film Review: The Shallows (2016)

The Shallows Jerman

Rasanya tidak terlalu berlebihan jika disebutkan The Shallows merupakan shark thriller terbaik semenjak Deep Blue Sea (1999). Dan film arahan Renny Harlin tersebut pun belum bisa melampaui kualitas Jaws (1975) sebagai pionir film-film sejenis. Begitu semenjana memang film-film sejenis ini, sehingga The Shallows, yang merupakan arahan Jaume Collet-Serra (Orphan, Unknown, Non-Stop) bisa disebutkan sebagai pemuas dahaga.

Continue reading “Film Review: The Shallows (2016)”

Film Review: Ghostbusters (2016)

Ghostbusters

Apakah Ghostbusters merupakan film yang bagus atau tidak masih bisa diperdebatkan. Tergantung selera dan subjektivitas masing-masing penonton, tentu saja. Hanya saja, tidak bisa dipungkiri jika film arahan Ivan Reitman yang dirilis di tahun 1984 tersebut memberi kesan mendalam dan bolehlah saat ini disebut sebagai klasik. Sebuah sekuel dirilis di tahun 1989 dan tak kalah sukses. Sayangnya, sekuel kedua terus tertunda-tunda hingga akhirnya tiga dekade kemudian yang hadir adalah sebuah remake/reboot.

Continue reading “Film Review: Ghostbusters (2016)”

Film Review: Independence Day: Resurgence (2016)

independence_day_resurgence

Dua puluh tahun lalu Roland Emmerich dan produser Dean Devlin memukau banyak penonton dengan aksi penyerbuan alien secara masif di bumi dalam Independence Day (1996). Pamer visual efek yang mengagumkan dan perpaduan cermat antara aksi, petualangan dan horor menjadikan Independence Day  sukses besar dan menjadi salah satu blockbuster fenomenal yang tak bosan untuk ditonton berulang-ulang.

Continue reading “Film Review: Independence Day: Resurgence (2016)”