Film Review: A Quiet Place (2018)

Dalam A Quiet Place, pasutri dunia nyata, John Krasinski dan Emily Blunt, berperan sebagai pasutri fiktif dengan beberapa anak yang menghadapi ancaman teror sosok-sosok sensitif terhadap suara di sebuah pedesaan. Mereka harus bertahan hidup dengan meminimalisir volume ucapan dan mengandalkan bahasa isyarat. Jelas premis menarik untuk sebuah film horor. Lebih menarik lagi, film merupakan debut penyutradaraan Krasinski yang kerap bermain dalam film komedi.
Continue reading “Film Review: A Quiet Place (2018)”

Film Review: Red Sparrow (2018)

Saat populasi film mata-mata didominasi asupan adrenalin berkat berbagai adegan laga seru, seperti seri James Bond atau Jason Bourne, senang tetap terselip “anomali” seperti Red Sparrow. Film dengan karakterisasi sebagai sentra, lebih mementingkan tensi dan suspensi, serta dibalut cerita bernas dan tikungan di setiap sudutnya. Semakin menarik mengingat ia diangkat dari novel berjudul sama karangan mantan agen CIA betulan, Jason Matthews.

Continue reading “Film Review: Red Sparrow (2018)”

Book Review: The Bone Ritual [Julian Lees]

Saat ini, ranah crime-fiction (kontemporer) biasanya berseting entah di kawasan Amerika, Inggris atau Skandinavia. Nama-nama seperti Peter James, Robert Galbraith (aka J.K. Rowling), Jo Nesbø, atau John Connoly adalah sebagian kecil pengarang terkenal dengan detektif rekaan mereka yang tak kalah beken. Oleh karenanya, menarik saat Julian Lees memindahkan seting ke wilayah Asia, atau Indonesia lebih tepatnya, dengan The Bone Ritual, pertama dari seri dengan Inspektur Polisi Ruud Pujasumarta sebagai karakter utama.
Continue reading “Book Review: The Bone Ritual [Julian Lees]”

Film Review: The Killing of a Sacred Deer (2017)

Film-film Yorgos Lanthimos dikenali karena drama sajiannya kerap mengandung unsur horor juga komedi (gelap) pekat. Demikian halnya dengan The Killing of a Sacred Deer, yang menandakan kali kedua kerja samanya bersama aktor Collin Farrell selepas The Lobster (2015), dan film berbahasa Inggris kedua sutradara asal Yunani ini. Dengan The Killing of a Sacred Deer, Lanthimos menegaskan dirinya sebagai auteur dengan sense of story telling khas yang pastinya sangat layak disaksikan.

Continue reading “Film Review: The Killing of a Sacred Deer (2017)”

Film Review: Murder on the Orient Express (2017)

Penggemar cerita-cerita detektif pasti mengenal karakter ikonik kreasi Agatha Christie, Hercule Poirot. Hadir di sekitar 33 buku, sang pria ekstentrik asal Belgia ini mungkin merupakan salah satu detektif fiksional paling beken di sepanjang sejarah modern. Dan Murder on the Orient Express (1934) mungkin adalah kisah Poirot paling legendaris sekaligus tercatat sebagai salah satu karya terbaik Christie.

Continue reading “Film Review: Murder on the Orient Express (2017)”

Film Review: Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak (2017)

Tujuh laki-laki mendatangi sebuah pondok di tengah sabana Sumba. Penghuninya hanya Marlina (Marsha Timothy) bersama mumi sang mendiang suami. Tujuh laki-laki bukan untuk menyelamatkan sang perempuan kampung dari begundal. Merekalah begundal itu! Tapi Marlina menolak kalah. Sup ayam dan sabetan parang memulai perlawanannya terhadap kungkungan. Dimulailah kisah Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak (Inggris: Marlina the Murderer in Four Acts).

Continue reading “Film Review: Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak (2017)”

Film Review: B&B (2017)

Setahun lalu pasangan kekasih Marc (Tom Bateman, Murder on the Orient Express) dan Fred (Sean Teale, The Gifted) memenangkan kasus melawan pemilik penginapan bed-and-breakfast yang berlaku diskriminatif kepada mereka, Josh (Paul McGann, Alien 3). Kini Marc dan Fred telah menikah dan memutuskan untuk kembali ke penginapan yang sama. Mungkin mereka hanya ingin bernostalgia. Bisa juga ingin memamerkan kemenangan mereka kepada Josh. Terutamanya Marc yang sinikal.

Continue reading “Film Review: B&B (2017)”