Film Review: DreadOut (2019)

Di sepanjang sejarah perfilman, adaptasi video game biasanya berkualitas tidak memuaskan, bahkan buruk jika kita merujuk pada film-film kreasi Uwe Boll. Meski begitu rupanya produser dan sineas tidak gentar untuk terus menerus mengangkat video game populer ke layar lebar. Kini, giliran perfilman Indonesia yang mencoba menjamah ranah tersebut melalui DreadOut, yang diangkat dari game lokal yang dikembangkan oleh Digital Happiness.

Continue reading “Film Review: DreadOut (2019)”

Film Review: Milly & Mamet (2018)

Meski hanya berstatus sebagai karakter pendukung, tapi Milly (Sissy Priscillia) dan Mamet (Dennis Adhiswara) merupakan salah dua karakter ikonik dari Ada Apa Dengan Cinta? (2002). Tidak heran saat dalam Ada Apa Dengan Cinta? 2 (2016) disebutkan keduanya telah menikah, kita tidak benar-benar kaget. Sekali lagi Milly dan Mamet mencuri perhatian penonton setelah 14 tahun, sehingga muncul penasaran bagaimana kisah romansa Milly dan Mamet bisa terjalin.

Continue reading “Film Review: Milly & Mamet (2018)”

Film Review: Wiro Sableng Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 (2018)

Sebagaimana umumnya kawasan Asia lainnya, kisah-kisah silat memang jamak menjadi konsumsi masyarakat Indonesia. Semenjak dulu kala cersil alias cerita silat, baik dalam bentuk novel berseri ataupun serial komik, selalu digandrungi. Kisahnya bahkan menyebrang dalam bentuk film, termasuk Wiro Sableng, karya Bastian Tito.

Continue reading “Film Review: Wiro Sableng Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 (2018)”

Film Review: Jelita Sejuba: Mencintai Kesatria Negara (2018)

Film-film Indonesia berlatar Tentara Nasional Indonesia biasanya mengambil sudut pandang para perwira itu sendiri, seperti Pasukan Garuda: I Leave My Heart In Lebanon (2016) atau Merah Putih Memanggil (2017). Kini hadir Jelita Sejuba: Mencintai Kesatria Negara yang mengambil pendekatan bertutur berbeda, yaitu istri sang perwira.

Continue reading “Film Review: Jelita Sejuba: Mencintai Kesatria Negara (2018)”

Film Review: Love For Sale (2018)

Amy Dunne, tokoh rekaan Gillian Flynn dalam Gone Girl, menyebutkan jika laki-laki suka dengan “cool girl”. Cewek keren. Cewek yang tidak pernah marah pada pacarnya. Cewek yang selalu bertingkah manis, penurut dan murah senyum. Dan kemudian membuka mulutnya untuk disetubuhi. Cewek yang suka dengan apa saja kesukaan pacarnya. Impian semua laki-laki, bukankah begitu? Tapi di mana mencarinya? Tenang, karena dalam Love For Sale, film terbaru Andibachtiar Yusuf (Hari Ini Pasti Menang, Mata Dewa), aplikasi kencan Love.Inc akan mewujudkannya. Dengan modal beberapa juta rupiah saja dan cewek keren tadi bisa kamu miliki.

Continue reading “Film Review: Love For Sale (2018)”

Film Review: Benyamin Biang Kerok (2018)

Meski tak secerdas satir Si Doel Anak Modern (1976) atau subversif sebagaimana Betty Bencong Slebor (1978), tetap saja Benyamin Biang Kerok (1972) tercatat sebagai salah satu film paling berkesan milik aktor/biduan/komedian/sutradara legendaris berdarah Betawi, Benyamin Sueb. Sukses film karya Nawi Ismail tersebut melahirkan gelombang film dengan judul berembel-embel Benyamin lain, selain sebuah sekuel, Biang Kerok Beruntung (1973).

Continue reading “Film Review: Benyamin Biang Kerok (2018)”

Book Review: The Bone Ritual [Julian Lees]

Saat ini, ranah crime-fiction (kontemporer) biasanya berseting entah di kawasan Amerika, Inggris atau Skandinavia. Nama-nama seperti Peter James, Robert Galbraith (aka J.K. Rowling), Jo Nesbø, atau John Connoly adalah sebagian kecil pengarang terkenal dengan detektif rekaan mereka yang tak kalah beken. Oleh karenanya, menarik saat Julian Lees memindahkan seting ke wilayah Asia, atau Indonesia lebih tepatnya, dengan The Bone Ritual, pertama dari seri dengan Inspektur Polisi Ruud Pujasumarta sebagai karakter utama.
Continue reading “Book Review: The Bone Ritual [Julian Lees]”